800.000 TITIK CAHAYA

Ummat saat ini memiliki 800.000 gedung yang hanya dipakai 5 jam per hari. Gedung itu bernama : MASJID.

Disinilah awal mula ide pemberdayaan Masjid sebagai asset ummat. Dari pondasi pemikiran ini, kita harus kembali memaknai… sudah sejauh mana kita MEMANFAATKAN 800.000 asset ini.

Narasi tentang pemberdayaan masjid ini akan Saya sampaikan secara runut.

Pertama, optimalisasi masjid sebagai sarana ibadah.

Kedua, optimalisasi masjid sebagai titik manajemen ummat.

Ketiga, optimalisasi masjid sebagai asset fisik.

Kita masuk pada pemikiran pertama, masjid sebagai sarana ibadah.

Sahabat, masjid biasanya dibangun secara bersama-sama oleh warga, walaupun ada masjid yang memang dibangun oleh pribadi. Perbedaan yang nampak nyata adalah… masjid yang dibangun oleh kekuatan publik biasanya lemah pada pengelolaan, dan masjid yang dibangun personal biasanya terkelola baik. Sederhananya, karena ada sponsor personal yang terus menyuplai kebutuhan perawatan masjid.

Pada ruang pemikiran pertama ini, Saya lebih memodelkan masjid yang memang dibangun bersama.

Masjid yang dibangun bersama berarti dimiliki bersama, dimiliki oleh warga. Artinya ia adalah milik ummat. Didalam bisnis, ummat menjadi “owner” dari masjid.

Tapi disisi lain, masjid juga dituntut melayani ibadah jamaah, maka ummat juga berada pada posisi “market” dalam waktu yang bersamaan.

Yang biasanya belum ada adalah “Dewan Eksekutif” yang memang menjalankan masjid secara profesional. Dewan direksi beserta jajarannya.

Sebagian masjid membentuk Dewan Kepengurusan Masjid (DKM), dan DKM secara sukarela menyisihkan waktu untuk mengurus masjid. Pada pengurus DKM usia produktif, mengurus masjid tidak bisa menjadi aktivitas utama, karena harus bekerja dan berbisnis mencari nafkah. Akhirnya mengurus masjid menggunakan waktu sisa.

Jika para pensiunan mewarnai DKM, aura eksekusinya juga tidak bisa diharapkan cepat, kurang kreatif …karena natural nya organisasi itu dijalankan oleh usia produktif. (Dengan tetap menghargai para pensiunan yang menjadi DKM)

Maka, perlu digagas dewan eksekutif yang profesional dalam kepengurusan masjid. Muda, berkapasitas dan memang full dedikasinya untuk mengurusi masjid.

Artinya…, ada Owner beserta jajaran komisaris dan ada CEO beserta jajaran eksekutornya.

Ide gila nya disini : 1 masjid, harus dikelola oleh 1 CEO profesional dengan kepuasan jamaah sebagai Key Perfirmance Indicator nya.

1 CEO

1 direktur operasional-ibadah

1 direktur keuangan

1 direktur komunikasi-media

1 direktur ziswaf

1 direktur pembinaan jamaah

1 direkrur General Affair

 

1 CEO… 6 Direktur … 7 BOD.

1 direktorat bisa merekrut lagi 5 staff. Akhirnya 1 masjid bisa menyerap 37 tenaga kerja.

Bayangkan angka 800.000 masjid x 37 tenaga pengelola. Anggaplah dengan masjid kecil, menjadi 20 pengelola per masjid, berarti untuk ranah pelayanan masjid saja, terbuka 16 juta lebih lapangan kerja baru.

Turunan dari cara kerja seperti ini akan sehat. Bapak-bapak DKM tetap elegan menjadi pengurus DKM. Bapak-bapak akan menjadi owner dan mengawasj kerja jajaran eksekutif. Ini mirip owner bisnis ngontrol pekerja.

Kan memang iya, uang ummat menggaji CEO+team dan mereka kembali melayani ummat, diawasi oleh perwakilan ummat… share holders…, namanya DKM.

Selanjutnya, SDM timur tengah yang sudah belajar diinul Islam, Quran, Hadist, akan terberdayakan dengan baik. Jika 1 masjid butuh 1 imam hafidz dan terdidik, maka kita bisa menyerap 800.000 hafidz. 800rb imam, 800rb muadzin.

Selanjutnya, SDM yang sekolah zakat, sekolah ekonomi, bisa duduk di direktorat keuangan dan zakat. Semua terberdayakan. Belum lagi kita bicara direktorat pembinaan jamaah yang akan saya sampaikan detail di poin ketiga.

Poin kedua adalah masjid sebagai titik menajemen ummat.

Jika kita bicara manajemen, kita bicara tentang SIAPA yang kita kelola dan BAGAIMANA, mau diapakan.

Jika kita hadir ke sebuah masjid, dan hadir ke jajaran DKM, mari tanyakan hal ini :

1. Berapa KK yang dilayani oleh masjid ini.

2. Ada berapa laki-laki dewasa yang telah sadar menjadi jamaah ini, nama, usia, profesi, keahlian, dan rumahnya dimana.

3. Berapa anak-anak muslim yang harus menjadi perhatian masjid ini.

4. Berapa muslimah…

Terus.. terus dan terus.. data.. data.. dan data.. dan saya yakin.. datanya tidak ada.

Kecuali memang masjidnya profesional.

Saya ingin membuka mata anak bangsa : Jumlah kelurahan dan desa di Negeri ini, menurut data BPS 2016, itu ada 82,030. Ada selisih dengan data lain, tapi bisa dibilang 80.000an

Jika jumlah masjid ada 800.000 dan jumlah desa kelurahan ada 80rb, berarti 1 desa/kelurahan terdapat 10 masjid. Sebuah proporsi yang pas untuk manajemen ummat.

Sahabat, bayangkan,….

Islam menuntun shalat berjamaah 5 waktu di masjid. Berarti ada sekumpulan laki-laki baligh dewasa yang “meet up” 5x sehari. Anehnya, meet up 5x sehari… tetapi hampir tidak ada sinergi yang terjadi. Yang nganggur tetap nganggur, yang sulit kuliah tetap sulit kuliah. Aneh bukan?

Konsep masjid sebagai wahana manajemen ummat, dalam benak Saya adalah benar-benar mengurus dan mensinergikan seluruh kekuatan yang ada dalam tubuh ummat.

Masjid memutuskan sejauh mana rentang wilayah layanannya. Petakan. Tarik area pake spidol. Arsir. Ini wilayah layanan masjid A. Clear.

Lalu masjid mendata seluruh kaum muslimin pada area tersebut, pokoknya yang muslim didata. Mau ke mesjid atau tidak,  harus menjadi target layanan masjid. Kan dimandikan dan disholatkannya disitu toh?

Dari data ini akan terbaca, tingkat pendidikan, keahlian, engagement dengan masjid, bahkan sampai kebutuhan dan masalah yang sedang dihadapi.

Lucu donk, ada anak muda bolak balik 5 waktu ke masjid, 5 bulan nganggur, sementara di mesjidnya ada pengusaha yang punya bisnis 100 outlet. Ini gak lucu blasss.

Lucu donk, ada jamaah yang bingung nyari guru private kalkulus anaknya, sementara sarjana matematika bolak balik berjamaah disebelah si bapak.

Pendataan ini adalah fungsi manajamen dan dengan begini… CEO masjid tidak hanya berfikir proses ibadah berjalan baik, tetapi juga beliau memiliki LIST UMMAT yang harus dilayani. Makanya wajar SDM dedicated, karena kerjanya full time.

– bapak itu sudah dapat kerjaan belum?

– ibu itu single parent butuh dicarikan suami nggak?

– anak keluarga itu pinter tapi kok gak kuliah kenapa?

– adek itu kok masih nganggur aja.

– mas itu bisnis kayaknya kurang modal.

Hayuk.. masjid bantu.. kira-kira jamaah kita ada yang punya solusi gak ya?

Bahasan-bahasan seperti ini harusnya menjadi wahana kerja setiap BOD masjid di 800.000 masjid yang ada. Bayangkan… saya membayangkan saja merinding.

Konsep pelayanan seperti ini akan menarik kekuatan donasi ummat lebih besar. Karena ada programnya be-RESONANSI. Ummat Islam Indonesia ini mudah, selama ada program, urunan jalan. Gampang. Asal konkret, komunikasi baik. Semua akan mengalir.

Dengan begini, potensi kekuatan ummat akan hadir. Setiap warga muslim yang terdaftar di masjid tertentu akan terperhatikan. Ikatan-ikatan sosial kita sebagai ummat akan kokoh. Karena masjid hadir bukan hanya sebagai fungsi fisiknya, tetapi fungsi intrinsiknya : melayani kebutuhan ummat

Poin ketiga, masjid sebagai asset fisik ummat.

Sahabat, jika Anda berbisnis, Anda pasti memahami usability. Tingkat kegunaan asset yang Anda punya.

Masjid yang dibangun oleh sebagian besar ummat ini, relatif HANYA digunakan 5 waktu dalam sehari. Itu saja. Jika dari adzan hingga selesai dzikir dan doa itu anggaplah 1 jam, maka masjid hanya digunakan 5 jam dari 24 jam yang ada.

Anda punya pabrik, dipakai 5 jam saja.

Anda punya warung, buka 5 jam saja.

Anda punya mesin fotokopi, bekerja 5 jama saja.

Bagaimana perasaan Anda?

Ratusan bahkan miliaran rupiah UANG UMMAT sudah di investasikan untuk bangun masjid, tetapi dipakai hanya 5 jam bahkan kurang per hari. Bagaimana perasaan Anda? Bagaimana guncangan fikiran Anda saat ini?

Dari pemikiran ini, sahabat muslim dengan fikiran pemberdaya, tidak boleh mengijinkan hal ini terjadi. Mubazir.

Mari tantang fikiran kita.

Setelah subuh, masjid lengang mulai pukul 7.00. Coba kita bikin program :

7.00 sd 9.00 : ruang utama masjid jadi wahana kelas hafalan quran untuk remaja yang belum kerja, masih nunggu kuliah, atau memang bisnis, entrepreneur waktunya bebas.

09.00 sd 11.30 : masjid menjadi kampus. Buka kelas non formal. Bikin silabus. Pengajar cari relawan. Masjid dipakai gratis. Berarti mahasiwanya bisa gratis. Ini solusi pendidikan.

Pada jam ini, ibu-ibu relatif sudah antar anak ke sekolah. Bisa dilakukan taklim ibu-ibu. Jika tidak, selasar masjid menjadi wahana pengajaran bikin roti, menyulam, kerajinan, bahkan kejar paket A, B, C. Apa aja… yang penting manfaat untuk ummat.

13.00 sd 15.00 : mata kuliah kedua. Untuk masjid kampus. Selasar bisa adakan kegiatan lain.

16.00 sd 17.00 : TQA dihidupkan, jika sudah banyak anak-anak yang sekolah si SDIT, bisa jadi sekolah Quran untuk jamaah dewasa.

20.00 keatas : dirosah islami, ajarkan ummat shiroh, hadist, fiqh, selesai jam 21.00. Majelis cair terbuka setiap malam.

Pertanyaannya, yang ngajar siapa, SDM nya mana…

kan ada nomor 2 diatas. Masjid banyak uang. Manajemen kokoh. Ada SDM dedicated. SDM pengajar bisa dibayar secara profesional. Dan akan sangat layak.

Intinya mari kita maksimalkan. Bahkan lebih dahsyat lagi, malam harinya bisa gunakan area tertentu untuk tempat inap musafir atau sahabat tunawisma. Kenapa nggak? Semacam shelter inap semalam.

Ambil satu space, lapisi karpet khusus, beri hijab pembatas, jadikan masjid ramah musafir, ramah orang lemah. Disitulah da’wah akan terasa sangat mendalam dihati ummat.

Anak-anak muda bisa wifi-an di masjid. Block aja konten yang negatif.

Beri space berkumpul dan bercengkarama di masjid. Masjid ramah pertemuan.

Ada area masjid untuk playground anak-anak balita. Biar akrab sama masjid, dan saat shalat fardhu dijaga baby sitter khusus. Digaji oleh masjid.

Masjid menjadi tempat bimbel, pelatihan bisnis, diskusi, meet up, yang gak boleh kan jualan di dalam masjid. Pekarangan boleh kayaknya. Banyak koperasi di komplek mesjid kok.

Intinya gunakan. Jangan begitu mau digunakan, ada info : “adik-adik remaja masjid pake acaranya di selasar ya, soalnya karpet masjidnya baru beli”

Ya Salaammm… ini terjadi… aseli… karpet dibelain.. generasi muda Islam gak dikasih tempat… YA Rabb…

Tulisan Saya apa adanya. Saya sudah memaksimalkan diri sesopan dan sesantun mungkin. Ini sebabnya, dalam setiap roadshow, Saya selalu minta sesi kuliah subuh ke masjid-masjid.

Alasan pertama biar ada yang jemput paksa shalat subuh. Hehehehe..

Alasan kedua, karena di masjidlah kekuatan utama ummat ini. Itupun kalo dimaksimalkan.

Karakteristik ummat Islam Indonesia ini “wait and see”. Mereka tidak begitu cepat dan inisiatif membangun sesuatu. Pemalu, gak enakan, takut konflik, malas ngasih saran. Keranan masjid bocor aja gak ada yang berani ngasih masukan.

Tetapi ketika ruang-ruang kolaborasi dan sinergi dibuka, maka kekuatan akan datang. Ketika pelayanan jelas terasa, donasi akan hadir berlimpah.

Sama seperti bisnis. Maaf banget. Logika ini harus saya sampaikan.

Jika perusahaan Anda jasa layanannya baik, maka market akan berulang beli layanan Anda. Jika tidak. Market tidak repeat.

Saya merasakan sendiri, jika sebuah masjid progressnya baik, terawat, ekosistem pengelolaannya terasa, maka kita pasti mau dukung maksimal.

Saya secara pribadi berharap, tulisan ini bisa mendorong banyak DKM untuk berbenah diri. Kemudian melangkah berani membangun sistem layanan profesional pada masjid. Dan kemudian menyadarkan ummat Islam, untuk kemudian MENGINDUK ke masjid-masjid terdekat. Shalatlah fardhu di masjid, dan bangunlah ikatan sosial sesam ummat Islam.

Perlu ada keberanian membayar 1 CEO masjid senilai 15 juta rupiah per bulan, ketika memang beliau mampu membangun layanan untuk 1.000 KK muslim, dengan raihan donasi 1M per bulan, baik dari jamaah, donatur corporate ataupun amal usaha masjid. Kenapa tidak?

Jika masjid melakukan 3 fungsi diatas, maka secara cepat kita akan meningkatkan kualitas pendidikan ummat, kualitas ekonomi ummat dan kualitas sosial ummat.

Ummat Islam yang 225 juta ini akan ter urus baik melalui kehadiran masjid-masjidnya yang menjadi simpul layanan sosial.

Pada keadaan yang cukup gelap, maka Saya menyebut masjid sebagai 800.000 titik cahaya.

 

Penulis : Rendy Saputra

Laki-Laki Sejati

Di negeri sana, suatu saat dulu, kata-kata yang keluar dari seorang laki-laki adalah janji yang biasa dipenuhi. Kata-kata itu setara dengan janji, dan janji setara dengan sumpah. Kebiasaan yang lumrah membudaya, selumrah  makan dan minum. Itulah laki-laki sejati. Di negeri ini entah dulu apalagi sekarang, entah ada atau tidak karakter itu.

Dimana laki-laki sejati, yang ucapannya setara dengan sumpahnya dan selalu menepati janjinya meskipun berjanji kepada seekor burung Kolibri.

Laki-lak sejati tidak merasa tinggi dengan merendahkan orang lain,  dan merasa baik dengan menjelekkan orang lain. Mereka memanggil orang yang lebih muda dengan panggilan yang sopan, dan yg  tua dengan gelarnya.

Laki-laki sejati selalu menghargai orang lain dan memperlakukan manusia sama

Laki-laki sejati memberikan tempat duduk bagi wanita, orangtua dan yang membutuhkan di KRL.atau bis

Yang tidak suka berdebat walaupun dia benar

Yang patuh, ikhlas dan ridho pada Tuhannya

Yang menelpon ibunya terjadwal

Yang mengatakan pada istrinya bahwa masakannya enak

Yang tidak berbicara kasar apalagi kepada wanita

Yang tidak bermain hati, apalagi selingkuh

Yg meminta maaf ketika bersalah meski kepada seekor kucing

Yang mengambil tanggungjawab

Yang tidak meminta jabatan meski secara tersirat dan halus

Yang…..

7 Rahasia Membangun Kebiasan Yang Baik

Membangun kebiasaan baik sangatlah sulit. Hampir setengah dari pelaku diet menyerah dalam waktu satu minggu. Empat puluh persen dari pelaku diet berhenti dalam waktu satu minggu dan lebih dari 50 persen berakhir dengan berat badan lebih dari sebelumnya.

Jadi apa ada cara yang benar-benar bisa membantu? Apakah ada yang memiliki jawaban yang bisa membuat perubahan langgeng tiga kali lebih meyakinkan untuk sukses?, ya.

Dr. Sean Young adalah seorang profesor di sekolah kedokteran UCLA dalam bukunya berjudul  Stick with It: A Scientifically Proven Process for Changing Your Life-for Good. Memberikan tips sebagai berikut:

  1. Langkah kecil mengalahkan mimpi besar

Anda bermimpi tentang tubuh yang atletis atau seksi. Impian besar memang sangat  menarik … tapi sekaligus juga mengintimidasi. Dan itulah mungkin sebabnya mengapa mimpi biasanya hanya tinggal mimpi.

Fokuslah pada langkah kecil, bukan pada mimpi yang besar, maka Anda akan memperoleh kemajuan

Intinya adalah untuk membentuk kebiasaan. Dan kuncinya adalah konsistensi. Konsistensilah dalam hal yang paling penting karena tanpa konsistensi, maka tidak akan pernah ada kebiasaan. Dan lebih mudah bersikap konsisten pada sesuatu hal yang kecil.

Buatlah menjadi kecil. Untuk menciptakan kebiasaan baru, Anda harus menyederhanakan perilaku. Membuatnya menjadi kecil, bahkan kadang terlihat konyol. Sebuah perilaku kecil yang baik akan mudah untuk dilakukan – dan cepat.

  1. Mintalah bantuan

Ketika orang ingin membuat perubahan besar dalam hidup mereka membutuhkan banyak orang, bukan hanya satu orang.

Mintalah bantuan, itu akan dapat membuat perubahan yang besar.

Beradalah di sekitar orang-orang yang melakukan apa yang Anda ingin lakukan. Dukungan sosial dan kompetisi sosial akan membuat perubahan lebih cepat.

Mengutip sebuah pepatah tua, “Jika Anda ingin pergi cepat, pergilah sendiri. Jika Anda ingin pergi jauh, pergilah bersama-sama.”

  1. Tanya lah “Mengapa Ini Penting?”

Tanyakan kepada diri sendiri, “Mengapa hal ini penting?” “dan jawaban yang mana yang akan membuat Anda termotivasi? Sean mengatakan 3 poin penting bagi focus Anda adalah: Uang, Jaringan sosial dan kesehatan.

Jadi pertimbangkanlah bagaimana kebiasaan baru Anda mungkin akan menyebabkan Anda untuk mendapatkan (atau tidak kehilangan) uang tunai. Bagaimana Meningkatkan hubungan sosial Anda. Atau bagaimana manfaat bagi kesehatan Anda. Ketiga hal ini akan membuat kebiasaan baru Anda menjadi bermakna, dan itu akan membuat Anda termotivasi.

  1. Buatlah menjadi mudah

Semakin banyak rintangan yang harus Anda lalui untuk mencapai sesuatu, semakin kecil kemungkinan Anda melakukannya. Jadi singkirkan sebanyak mungkin rintangannya.

Shawn Achor, penulis buku terlaris The Happiness Advantage, memiliki “Aturan 20 Detik”. Sebagai berikut:

Jika Anda dapat memulai kebiasaan positif  dalam tiga sampai 20 detik, Anda secara mengejutkan akan terus untuk melakukannya. Dan Anda dapat melakukan hal yang sama untuk membuang kebiasaan buruk/ negatif.

  1. Beraksi sebelum berpikir

Anda membaca semua hal, mempertimbangkan banyak hal, memikirkan banyak hal,… Tapi Anda tidak melakukannya.

Jangan coba mengubah pikiran Anda agar perilaku Anda berubah. Ubahlah perilaku Anda terlebih dulu dan pikiran Anda akan dengan senang hati mengikuti.

Bahwa perilaku mengontrol pikiran adalah dasar bagi banyak buku psikologi terlaris populer. Mereka mengajarkan bahwa orang bisa mengubah perilaku dengan membayangkan dan kesediaan untuk mengubahnya. Ini salah. Kebanyakan perokok tidak bisa berhenti hanya dengan membayangkannya. Orang tidak akan melakukan “Resolusi Tahun Baru” mereka hanya dengan mengatakan kepada diri mereka sendiri untuk melakukan perubahan tahun ini dibandingkan tahun kemaren. Psikolog sosial sekarang tahu bahwa itu bukanlah suatu kebenaran. Orang perlu mengubah tindakan mereka terlebih dulu dan pikiran mereka akan mengikuti.

Seringkali, jika kita ingin mengubah siapa diri kita yang kita pikirkan, salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengubah perilaku kita terlebih dahulu. Jika kita ingin menjadi sedikit lebih ekstrovert, maka bertindaklah seperti itu untuk sementara waktu. Paksakan diri kita untuk bertindak secara ekstrovert.

  1. Berilah diri Anda hadiah

Anda sangat menyukai musik? Tidak masalah, Anda bisa mendengarkannya setelah pekerjaan rumah selesai. Suka cokelat? Anda boleh memakannya hanya setelah olahraga.

Ini adalah formula yang simple. Ikatlah diri Anda dengan apa yang Anda senangi.

  1. Bangunlah rutinitas

Kapan itu terjadi? Dimana itu terjadi? Bagaimana cara memulai? Bagaimana akhirnya? Putuskan semua itu dan ulangi. Bangunlah rutinitas.

Rahasia untuk membuat sesuatu nyangkut di otak adalah dengan cara pengulangan. Pengulangan kebiasaan, khususnya jika hal itu dapat dilakukan setiap  hari, di tempat yang sama, akan mengajarkan otak untuk selalu mengingatnya dan membuatnya menjadi kebiasaan.

Jadi, jika Anda mengulangi kebiasaan baik secara teratur, rutinitas yang baik akan membuat Anda langsung melakukan kebiasaan itu sehingga mendorong Anda ke arah yang benar.

Di ringkas dari Email :Eric Barker: ebarker@ucla.edu

Filosofi Dan Seni Gaple

Permainan gaple adalah permainan dengan kartu domino (terdiri atas dua pasang pemain). Permainan ini sangat popular di Indonesia, khususnya dijawa (gaple) dan sumatera (domino).  Penulis kurang paham apakah permainan ini juga popular di wilayah bagian Timur Indonesia?.  Tulisan berikut adalah filosofi  dan seni bercampur tips bermain gaple berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis, jika Anda berkenan (para suhu gaple yang saya hormati), tambahkanlah tipsnya dibagian komentar.

  1. Jujur adalah Karakter. Dalam bermain gaple harus JUJUR. Tidak boleh curang, seperti maen kode (berusaha berkomunikasi dengan teman dalam bentuk isyarat untuk memenangkan permainan). Seperti sabda seorang politikus senior di Kab. Muna mengatakan, “bagaimana saya mempercayai Anda jika dalam bermain kartu saja Anda tidak bisa jujur apalagi dalam kehidupan nyata”.  …jujurlah, fair lah dalam bermain, kecurangan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan.
  2. Pahami aturan. Setiap daerah berbeda aturan yang digunakan. Karena mungkin belum ada aturan secara nasional maupun internasional yang disepakati. Jika Anda tidak cepat menyesuaikan diri dengan aturan tersebut, Anda akan kewalahan.
  3. Konsentrasi dan Fokus adalah kunci kemenangan. Tidak dipungkiri hal ini adalah suatu keniscayaan dalam setiap permainan apapun. Jika Anda lengah, dan sampai lupa kartu yang tidak dimiliki oleh teman maupun lawan, permainan sudah setengah berakhir.
  4. Pahami karakter lawan maupun kawan. Beda lawan beda jurus, beda kawan beda irama permainan dalam gaple. Sesuaikan jurus dengan karakter lawan, dan serasikan irama permainan dengan kawan,  lalu baru tercipta seni bermain gaple.
  5. Pertahanan terbaik adalah menyerang. Anda mesti menekan lawan baik yang berada di atas, (sebutan bagi lawan membuang kartu sebelum Anda) apalagi yang berada di bawah tangan (sebutan bagi lawan membuang kartu setelah Anda).  Jangan biarkan mereka mengontrol permainan.
  6. Bandar Adalah Raja. Anda wajib melayani teman/pasangan jika dia Bandar (sebutan bagi teman yang membuang kartu pertama kali- sebutan ini bisa berbeda disetiap daerah), bahkan jika perlu mengorbankan kartu Anda walaupun sedang bagus, demi menjaga kawan untuk tidak “pass”, hingga akhir permainan. Tapi ketika situasi tidak berjalan normal, Anda bisa mengambil alih kendali permainan.
  7. Misterius adalah pangkal kemenangan. Jangan biarkan lawan mudah menebak kartu Anda. Bahkan ketika Anda hanya memiliki satu-satunya kartu yang ada, berpura-puralah Anda memiliki banyak pilihan.
  8. Perbagus Kartu Anda. Buanglah kartu yang jelek, tahan kartu yang bagus. Tips ini berguna jika Anda sedang Bandar. Tapi jika situasi permainan tidak sesuai dengan harapan,  Anda bisa membuang kartu besar, tahan yang kecil. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi nilai hitung kartu Anda.
  9. Kartu Bagus adalah segalanya. Bagaimanapun setengah kemenangan ditentukan oleh kartu yang bagus dan nyambung dengan kawan. Jika beberapa kali putaran, kartu anda dan partner masih jelek, ubahlah gaya kocokan kartu, kocoklah  lebih lama sebelum dibagikan. Potong kartu-bila perlu- sebelum dibagikan.

Anda ingin menambahkan?

Lidah Yang Tajam

Lidah yang tajam bisa menusuk dan menerobos langsung menuju hati, menembus pertahanan tubuh dan lapisan-lapisan cakra tanpa hambatan. Dan ketika mengenai hati, bisa melukai melebihi efek senjata apapun. akibatnya …tidak bisa diduga.

Lidah tajam adalah suatu kata idiomatik yang bermakna praktek atau karakteristik berbicara kepada orang lain dengan cara yang keras, kasar, kritis, atau menghina.

Buddy Pine alias Syndrome adalah tokoh antagonis utama dalam film The Icredible. Buddy Pine awalnya adalah fans nomor 1 Mr Incredible. Dalam upaya untuk mendapatkan rasa hormat pahlawannya, Buddy Pine mencoba untuk membantunya dalam memerangi kejahatan sebagai “Incredi-Boy”. Mr.Incredible menolak tawaran Buddy dengan kata-kata kritisnya, Buddy Pine memendam kata-kata yang terasa  pahit buatnya selama bertahun-tahun dan membuatnya menciptakan kembali dirinya sebagai seorang jenius jahat yang merencanakan balas dendam pada mantan idolanya (Mr.Incredible).

Dikampungku, Seorang kakak menangis tersedu-sedu setelah mendengar kata-kata yang keluar dari lidah adiknya yang tajam, mengatainya tentang sesuatu, yang membuat hatinya menjerit melalui isakan tangis. Tanpa mampu menangkis tajamnya lidah sang adik dengan pembelaan kebenaran yang  ia yakini. Hanya bisa membatin…”biarlah karma menghampirinya”

Pada awal dakwahnya, Nabi Muhammad SAW mengajak kaum yang belum mengerti menuju kebenaran hakiki. Tidak jarang Nabi dan sahabatnya mendapat perlakuan yang menyakiti dengan ucapan maupun perbuatan dari kaum munafik dalam banyak hal. Dan sadisnya ucapan mereka diabadikan Allah SWT dalam Al-Quran surat al-Ahzab ayat 19. “…..dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan …( QS Al Ahzab ayat 19)” Dan pada akhirnya Allah SWT selalu memberikan keteguhan kepada nabinya dan kaum beriman.

Zaman ini, lidah yang tajam telah  bermanifestasi dalam bentuk digital yang bisa dibaca dan didengar. Efeknya bisa jadi sama. Tergantung jenis pertahanan diri dan pengetahuan sang pendengar dan yang melihat.

Hati-hatilah dengan kata-kata yang diucapkan. Akibatnya bisa saja tidak terduga bagi Anda. Bisa jadi akan kembali melawan Anda, atau karma menghampiri Anda, atau Allah SWT sang Maha Adil memberikan pertolongan bagi yang terzalimi. Diam lebih baik daripada mengucapkan sesuatu yang tidak bermanfaat, apalagi dengan lidah yang tajam.  

10 Langkah Menjadi TANGGUH

Tangguh adalah kemampuan untuk menghadapi tekanan dengan baik, menghadapi rintangan secara efektif, merespon perubahan dan tantangan dengan baik, dan pada dasarnya, bangkit kembali. Tangguh merupakan sebuah kemampuan dan kapasitas, itu artinya TANGGUH bisa dikembangan.

Orang-orang tangguh adalah orang-orang yang berorientasi pada tujuan, yang memberi mereka alasan untuk bangkit kembali dan terus berjalan dalam menghadapi kesulitan. Mereka tidak mudah menyerah. Orang-orang tangguh menyadari kekuatan mereka sendiri dan mereka tahu bahwa mereka bisa mengandalkan diri mereka sendiri untuk melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, meskipun mereka harus mengerjakannya sendiri.

Bagaimana cara untuk mengembangkan ketangguhan? Emma-Sue Prince dalam bukunya “The Advatage” menjabarkan 10 langkah untuk menjadi tangguh sebagai berikut:

  1. Dapatkan Perspektif

Hidup akan selalu penuh dengan tantangan, rintangan dan kesulitan. Dalam setiap kehidupan pasti ada masa-masa sulit. Pada akhirnya kita bisa memilih cara kita berfikir, merasa dan bertindak dalam merespon keadaan-keadaan. Mungkin terkadang terasa sangat sulit untuk melakukan hal tersebut, tetapi setiap kita memiliki kapasitas untuk bisa melakukannya. Semakin sering Anda melakukannya akan semakin baik Anda dalam menanggapinya. Terus pertanyakan :“Apa yang dapat saya pelajari dari pengalaman ini?”, “Apa hal yang paling penting dalam situasi ini?” dan “cara lain apa yang bisa saya pilih untuk melihat situasi ini”. Semakin baik pertanyaan yang kita pertanyakan, akan semakin baik jawabanya nanti. Gunakan pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan perspektif yang tepat untuk mengatasi suatu situasi. Berupayalah dan luangkan waktu untuk melakukan hal tersebut. Bijaksanalah dalam menentukan apa yang Anda lakukan dan keputusan yang Anda buat.

  1. Jangan Berkubang Dalam Lumpur

Pikirkan tentang apa yang terjadi dalam badai yang benar-benar buruk. Jika Anda hanya melihat lumpur di tanah, Anda tidak akan bisa melihat langit biru yang ada di atas Anda. Lumpur itu adalah masa lalu Anda. Tinggalkan dan jangan terus terpuruk. Halangan pribadi dapat menghalangi Anda melihat potensi sejati yang ada dalam diri Anda dan melihat peluang-peluang baru.

  1. Minta Pertolongan

Ini tentang menciptakan jaringan yang mendukung disekitar Anda. Orang-orang yang tangguh dan sukses biasanya mencari dukungan yang tepat untuk memecahkan masalah atau untuk membantu dirinya sendiri. Ini seperti memiliki penasehat pribadi. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang karakter dan pendapatnya Anda hargai dan percayai. Bergabunglah dengan klub-klub dan jaringan sosial yang memang Anda minati dan sesuai dengan nilai-nilai yang Anda anut.

  1. Ketahui Kekuatan Anda-Percaya dan Gunakan Kekuatan Anda

Penting untuk mengetahui dimana letak kepandaian dan keunggulan Anda. Begitu banyak orang yang terjebak dalam pekerjaan yang tidak benar-benar tepat untuk mereka. jika Anda tidak yakin dimana letak kemahiran Anda, caritahu lah!. Cobalah hal-hal baru! Gunakan alat diagnosis yang dapat membantu memahami kepribadian dan karakter Anda. Orang terbaik untuk mengenal Anda adalah Anda sendiri.

  1. Biarkan Pilihan Anda Tetap Terbuka

Ada lebih banyak kemungkinan dan peluang dari yang mungkin kita pikirkan, hanya jika kita cukup membuka diri untuk kemungkinan dan peluang tersebut. Mulailah dengan mengetahui apa arti kesuksesan dan kebahagaian sesungguhnya bagi Anda. Jika ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik, cari pendekatan lain untuk situasi tersebut. Jika Anda sedang berusaha untuk membuat suatu hal yang baru, teruslah coba dengan cara yang berbeda ketika Anda mengalami rintangan atau hambatan. Adopsi sikap yang tidak pernah menyerah.

  1. Bangun Sikap Proaktif dalam Khidupan Anda

Jika Anda proaktif, maka Anda akan mendahului kesulitan-kesulitan dengan tindakan Anda. Dengan kata lain, meminta pertolongan ketika Anda membutuhkannya atau membaut beberapa perubahan dan pekerjaan Anda. Berlatihlah menafsirkan peristiwa dengan cara yang optimis dan berfokus pada  tindakan positif yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan atau mengubah situasi, apapun situasinya.

  1. Menjaga Diri Sendiri

Ini artinya bertanggungjawab untuk kesehatan mental dan fisik Anda. Cukup tidur, jaga keseimbagan, jaga pola makan, olahraga secara rutin, pijat atau bekam, sehingga Anda secara fisik tangguh dan waspada-ada hubungan yang kuat antara tubuh dan pikiran.

  1. Fokus Pada Apa Yang Bisa Anda Ubah dan Menerima Apa Yang Tidak Bisa Anda Ubah

Stephen Covey menyebut hal ini dengan “tempat kontrol” Anda. Artinya tidak membuang-buang waktu dan energi pada faktor-faktor diluar kendali Anda dan mengetahui hal-hal apa saja yang dapat Anda kendalikan dan apa yang tidak bisa.

  1. Rayakan Kegagalan

Kembangkan sikap sunguh-sungguh merayakan kegagalan. Mengapa? Karena kegagalam bisa menjadi landasan perubahan Anda. Kegagalan adalah cara terbaik untuk benar-benar mempelajari segala hal, dan membangun kesadaran diri. Ambillah pelajaran dari kegagalan dan lakukan hal yang berbeda lain kali.

  1. Ambil Lebih Banyak Resiko

Di dunia yang berubah secepat perubahan kita sendiri, hal paling beresiko yang dapat Anda lakukan adalah menjadi stabil dan tidak mengambil resiko sama sekali. Ingat, kesalahan-kesalahan yang Anda buat akan membuat Anda menjadi semakin tangguh. Berlatihlah untuk mengatakan “ya” kepada peluang-peluang dan tantangan. Resiko yang Anda ambil akan dapat menambah kepercayaan diri. Cobalah untuk merencanakan resiko setiap hari dan setiap minggu, dan kembangkanlah hal itu.

71 Wasiat Nabi Muhammad SAW Kepada Ali bin Abi Thalib

 

  1. Hai Ali! Siapa saja yang memakan makanan halal, maka akan bersih agamanya, halus hatinya dan tidak akan ditolak doanya.
  2. Hai Ali! Siapa saja yang memakan makanan syubhat, maka akan disyubhatkan agamanya dan menjadi gelap hatinya. Siapa saja yang memakan makanan haram, maka akan mati hatinya, ringan agamanya, lemah keyakinannya, tidak dikabulkan doanya, dan malas beribadah        
  3. Hai Ali! Jika Allah swt marah kepada seseorang, ia akan diberi-Nya rizki yang haram. Jika Allah sangat membencinya, maka Dia akan menguasakan pada setan untuk memberkahi rizkinya, menemaninya, membuatnya sibuk dalam mencari harta sampai ia menyia-nyiakan agamanya, dan memudahkannya dalam urusan keduniawian, kemudian setan bilang, “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
  4. Hai Ali! Tiada seorang pun yang pergi dengan berjalan kaki mencari harta haram, melainkan setan senantiasa menemaninya. Tiada yang pergi dengan naik kendaraan, melainkan setan akan memboncengnya. Tiada yang mengumpulkan harta haram, melainkan setan akan menemaninya makan. Dan tiada yang lupa menyebut Asma’ Allah sewaktu menyetubuhi isterinya, melainkan setan ikut berpartisipasi didalamnya, sebagaimana yang disinggung Allah swt didalam firman-Nya :

وَشَارِكْـهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُوْرًا

“…dan berserikatlah (setan) dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (QS Al-Isa` : 64)

  1. Hai Ali! Allah tidak menerima shalat yang dilaksanakan tanpa wudhu dan tidak menerima shadaqah dari harta haram.
  2. Hai Ali! Orang mukmin akan selalu memperoleh tambahan dalam agamanya selama ia tidak memakan harta haram. Barangsiapa yang berpisah atau menjauhi ulama, maka hatinya menjadi mati dan buta untuk taat kepada Allah swt.
  3. Hai Ali! Siapa saja yang membaca Al-Qur`an tetapi tidak menghalalkan sesuatu yang telah dihalalkan Al-Qur`an dan tidak mengharamkan sesuatu yang telah diharamkan Al-Qur`an, maka ia termasuk golongan orang yang membuang jauh-jauh Kitab Allah tersebut.
  4. Hai Ali! Sempurnakan wudhumu, karena ini merupakan sebagian dari (kesempurnaan) iman. Bila berwudhu, jangan berlebihan dalam menggunakan air. Bila selesai berwudhu, bacalah 10 x surat Al-Qadr : Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr … sampai akhir surat setelah selesai membasuh kedua telapak kakimu, sebab Allah akan menghilangkan kesusahanmu.
  5. Hai Ali! Bila selesai melakukan thaharah (wudhu), ambillah air dengan kedua tanganmu dan usapkanlah pada lehermu sambil membaca doa :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada ruhan yang wajib disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu”

Kemudian arahkan pandanganmu ke bumi sambil mengucapkan :

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَ رَسُوْلِكَ

“Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu”

Orang yang mengucapkan bacaan seperti itu akan diampuni seluruh dosanya, baik yang kecil maupun yang besar.

  1. Hai Ali! Sesungguhnya para malaikat memohonkan ampunan buat seseorang, selama ia terus-menerus dalam keadaan suci dan tidak berhadas.
  2. Hai Ali! Siapa saja yang mandi pada hari jum’at, Allah akan mengampuni dosa-dosa yang ia lakukan di hari itu sampai hari jum’at berikutnya. Allah akan memberi tambahan pahala di kuburnya dan memberatkan timbangan amalnya.
  3. Hai Ali! Kamu seharusnya bersiwak, karena dalam bersiwak itu terkandung 24 macam keutamaan yang berkaitan dengan kebaikan (pahala) agama dan (kesehatan) badan.
  4. Hai Ali! Hendaklah kamu mengerjakan shalat tepat pada waktunya, karena shalat merupakan pokok dari semua keutamaan dan peribadatan.
  5. Hai Ali! Malaikat Jibril mengharapkan agar anak Adam (manusia) melakukan tujuh hal berikut :
  6. Shalat fardhu lima waktu bersama imam (shalat berjamaah)
  7. Bergaul dengan para ulama
  8. Membesuk orang yang sakit
  9. Mengiringkan jenazah sampai ke kuburan
  10. Memberi minum orang yang haus
  11. Mendamaikan dua saudara muslim yang bertikai
  12. Menghormati tetangga dan anak yatim.

Dan lakukanlah hal itu dengan penuh kesungguhan.

  1. Hai Ali! Shalatlah (sunnah) di waktu malam sekalipun sebentar. Karena orang yang suka melakukan shalat malam merupakan sebaik-baik manusia.  
  2. Hai Ali! Pada saat kamu bertakbir dalam shalat, renggangkan jari-jarimu dan angkatlah kedua tanganmu sejajar dengan bahu. Setelah bertakbir, letakkan telapak tangan kananmu di atas tangan kirimu di bawah pusar. Sewaktu rukuk, letakkan kedua telapak tanganmu di atas lutut sambil merenggangkan jari-jarinya.
  3. Hai Ali! Kerjakan shalat shubuh pada saat cahaya remang-remang dan segeralah shalat maghrib setelah matahari tenggelam. Karena hal ini merupakan perilaku para Nabi.
  4. Hai Ali! Hendaklah shalat berjamaah, karena pahalanya menurut Allah bagaikan melakukan ibadah haji dan umrah. Tiada seseorang yang bersemangat melakukannya kecuali orang mukmin yang dibenar-benar dicintai Allah dan tiada yang menjauhinya kecuali orang munafik yang benar-benar dibenci Allah.
  5. Hai Ali! Orang yang paling disukai Allah adalah orang yang sewaktu sujudnya membaca :

رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ, فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ, فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

“Tuhanku! Sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri. Karena itu, ampunilah dosaku. Karena tiada yang mampu mengampuni semua dosa selain Engkau”.

  1. Hai Ali! Lakukanlah shalat dhuha, baik sewaktu sedang bepergian maupun berada di rumah. Karena pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil dari arah surga : “Mana orang-orang yang suka shalat dhuha! Masuklah kalian semua ke surga melalui pintu dhuha dengan aman sejehtera”. Dan lagi, Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan disertai perintah agar melakukan shalat dhuha.
  2. Hai Ali! Diantara sebagian kemuliaan orang yang beriman adalah memiliki isteri yang kompak serasi (shalihah), melaksanakan shalat secara berjamaah, dan punya tetangga yang menyenangkan.
  3. Hai Ali! Barangsiapa yang berpuasa ramadhan sambil menjauhi hal-hal yang diharamkan dan meninggalkan kebohongan, maka Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang akan meridhai dan memasukkannya ke surga.
  4. Hai Ali! Barangsiapa yang melanjutkan puasa ramadhannya dengan berpuasa selama enam hari di bulan syawwal, maka Allah memberinya pahala seperti melakukan puasa selama setahun penuh.
  5. Hai Ali! Sesungguhnya para Wali kekasih Allah memperoleh keluasan rahmat dan ridha Allah itu bukan disebabkan banyaknya beribadah, akan tetapi lebih dikarenakan kedermawanan dan usaha menjauhi kesenangan duniawi.
  6. Hai Ali! Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan rahmat-Nya dan jauh dari siksa-Nya. Sebaliknya orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya dan dekat dengan siksa-Nya.
  7. Hai Ali! Aku pernah melihat tulisan kalimat diatas pintu surga yang berbunyi “Kamu haram dimasuki orang yang bakhil, orang yang menyakiti hati orang tua dan orang yang mengadu domba”.
  8. Hai Ali! Sewaktu Allah menciptakan surga, surga itu berkata : “Wahai Tuhanku! Untuk siapa saja Engkau ciptakan kami?”. “Untuk setiap orang yang dermawan dan yang bertakwa”, jawab Allah. Surga berkomentar, “Kalau begitu, kami bersedia”. Sementara (sewaktu neraka diciptakan), neraka bilang : “Untuk siapa saja Engkau ciptakan kami?”. Jawab Allah, “Untuk setiap orang yang bakhil dan sombang”. Kata neraka lagi, “Kami bersedia untuk itu”.
  9. Hai Ali! Barangsiapa yang mengalahkan hawa nafsunya, maka surgalah tempat tinggalnya, dan barangsiapa yang menuruti hawa nafsunya, maka neraka jahannamlah tempat kembalinya.
  10. Hai Ali! Takutlah kepada doa yang dipanjatkan orang dermawan. Sebab, kalaupun doanya itu terpeleset, maka Allah sendirilah yang akan mengambilnya.
  11. Hai Ali! Siapa saja yang memberi makanan secara sukarela kepada orang islam, maka Allah akan memberinya balasan berupa pahala sejuta kebaikan, melebur sejuta amal keburukannya, dan meninggikannya seribu derajat.
  12. Hai Ali! Cintailah saudara (sesama muslim) sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri.
  13. Hai Ali! Carilah amal kebaikan di saat semua wajah orang ceria dan muliakanlah tamu. Karena pada saat tamu itu berkunjung ke rumah suatu kaum, Allah menurunkan rizki bersamanya, dan pada saat tamu itu pergi, kepergiannya itu menyeret dosa-dosa tuan rumah. Lalu melemparkannya ke laut.
  14. Hai Ali! Para malaikat tidak mau masuk suatu rumah yang didalamnya terdapat gambar-gambar (makhluk bernyawa) dan patung-patung, atau ada orang yang menyakiti hati orang tuanya, serta rumah yang tidak pernah dikunjungi tamu.
  15. Hai Ali! Ber-amar ma’ruf-lah, sekalipun kepada orang rendahan. – Sementara itu sayyidina Ali bertanya kepada beliau saw : “Siapa yang dimaksud dengan orang rendahan, wahai Rasulalloh?”. Beliau saw bersabda, “Yaitu orang yang apabila dinasehati, ia tidak mau menerimanya, dan apabila dilarang melakukan kemaksiatan, ia malah tidak segera menghentikan perbuatan maksiatnya, serta tidak peduli terhadap apa yang ia dan orang lain katakan.
  16. Hai Ali! Shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dapat meredam kemarahan Allah dan dapat mendatangkan keberkahan dan rizki yang banyak. Karena itu, segeralah bersedekah, karena cobaan Allah akan segera menimpamu sebelum pagi. Sedangkan shadaqah itu mampu menepisqadha` Allah yang masih berada di awang-awang (belum di-qadar-kan).

bersambung di http://ahadiselvana.blogspot.co.id/2016/08/71-wasiat-nabi-muhammad-saw-kepada-ali.html

Di Terjemah Kitab Wasiyyatul Musthofa Li al-Imam Ali Karramallahu Wajhahu

Dari blog: barokalloh.com 

 

5 Hal Agar Mudah Menghapal Ilmu

Seperti diketahui bahwa orang-orang yang berilmu itu sungguh mendapat tempat yang tinggi disisi Allah beberapa tingkat atas orang-orang  yang hanya beramal sholeh saja.

Dari sahabat Ibnu Abbas ra, ia berkata,”Orang-orang yang berilmu itu mempunyai derajat 700 (tujuh ratus) tingkat di atas derajat orang-orang biasa, dimana jarak antara satu tingkat dengan tingkat lainnya sejauh (perjalanan) lima ratus tahun.

Konon, ilmu itu lebih utama dari amal karena lima sebab:

  1. Ilmu tanpa amal tetap ada, sedangkan amal tanpa ilmu tidak ada
  2. Ilmu tanpa amal masih berguna, sedangkan amal tanpa ilmu tidak berguna
  3. Amal itu suatu kewajiban, sedangkan ilmu pemberi cahaya laksana pelita
  4. Ilmu itu pangkat para nabi, seperti sabda Nabi SAW,”Para ulama umatku seperti para nabi Bani Israil”
  5. Ilmu itu sifat Allah, sedangkan amal-amal itu sifat hamba-hamba Allah. Dan sifat Allah itu jelas lebih utama daripada sifat hamba-hamba-Nya

Oleh sebab itu bagaimana caranya agar dimudahkan dalam menuntut imu? Ada beberapa saran dari panutan kita Nabi Muhammad SAW agar mudah dalam menuntut ilmu.

Nabi Bersabda :

Barangsiapa ingin menghapalkan ilmu maka ia harus membiasakan diri nya dengan lima perkara:

  1. Shalat malam, walau hannya dua rakaat
  2. Selalu dalam keadaan berwudhu
  3. Bertaqwa (kepada Allah) baik secara rahasia (ketika sendirian) maupun secara teranga-terangan (ketika sedagn ditempat ramai)
  4. Makan (sekedarnya) untuk mendapatkan tenaga (untuk tujuan ibadah), bukan untuk memenuhi syahwat
  5. Bersiwak (menggosok gigi)

Disadur dari kitab :Durratun Nasihin (terjemahan)

Personal Branding-kan Diri Anda

Personal Branding sangat perlu bagi diri Anda, apalagi zaman ini dan kedepannya, tidak bisa ditawar lagi. Setidaknya itulah kesimpulan penulis ketika menghadiri suatu acara mentoring dari pembicara Amalia E. Maulana Phd. Seorang konsultan Brand dan pakar Etnography Marketing.  

Personal Branding adalah suatu aktifitas memasarkan diri sendiri dan karier sebagai sebuah merek. Istilah personal Branding ini diduga pertama kali dipopulerkan oleh Tom Peters. Banyak orang yang memaknai sempit tentang Personal Branding, Namun Amalia dalam bukunya yang berjudul “Personal Branding” membuat klarifikasi Personal Branding lebih luas sebagai berikut :

  • Personal Branding itu bukan hanya untuk artis atau tokoh penting, tapi semua orang perlu mengelola Brand-nya.
  • Personal Branding itu bukan pencitraan semu, melainkan pencitraan tulus, Genuine.
  • Personal Branding itu tidak perlu mengubah diri menjadi orang lain, tapi jadilah diri sendiri.
  • Personal Branding itu bukan hanya seputar kemasan, tetapi lebih dari itu –VALUE diri.

Jadi, ketika Anda sedang membangun reputasi dan kepercayaan terhadap audience Anda, ketika Anda sedang membentuk persepsi stakeholder dari waktu kewaktu, Ketika ada suatu impresi yang muncul di benak orang lain tentang Anda, Ketika ada sekumpulan cerita tentang seseorang di mata stakeholder, ketika sekumpulan janji harus Anda penuhi, itulah Personal Branding. Intinya Personal Branding adalah segala hal positif yang teringat di benak orang lain tentang diri Anda, pekerjaan Anda, apa yang membuat Anda special, apa yang berkesan untuk mereka, dan tentang apa yang bernilai bagi mereka.

Personal Branding yang bagus itu adalah Personal Branding yang cemerlang. Personal Branding yang cemerlang adalah brand yang dikenal, yang dimengerti, yang disukai dan lalu dipilih, dipilih kembali, direkomendasikan kepada orang lain kemudian dibela dan dipertahankan. Dan ketika Anda telah memiliki Personal Branding yang cemerlang Anda akan menjadi pilihan pada setiap kesempatan yang ditawarkan.

Lalu siapa yang mengelola Personal Brand kita sendiri? Anda bisa menyewa Brand Manager jika mampu. Jika tidak Anda harus mengelola personal brand Anda sendiri. Dalam bukunya, Amalia memaparkan cara-cara mengelola Personal Brand yang cemerlang. Anda bisa membeli bukunya atau menghadiri seminar beliau untuk mengerti lebih lanjut tentang cara mengelola Personal Brand. Namun penulis akan menuliskan hukum Personal Branding yang perlu Anda ketahui sebagai penutup tulisan ini:

  1. Spesialisasi, Fokuslah pada satu atau dua keahlian tertentu.
  2. Leadership, Refleksi dari seseorang yang menguasai masalah dan juga refleksi dari kemampuan untuk menjadi panutan orang lain.
  3. Personality, Personal Brand seseorang dibangun dari kekuatan kepribadian nya dan bagaimana bisa mengatasi kekurangannya.
  4. Distinctiveness, Miliki kelebihan yang unik dan berbeda dari orang lain yang menawarkan hal yang sama.
  5. Visibility, Selalu muncul dan tampak kemampuannya di bidang yang ia tekuni.
  6. Unity, Satu kata antara perkataan dan perbuatan, konsisten dalam prilaku baik yang diekspose maupun yang tidak diekspose.
  7. Persistence, Konsisten, tidak mudah patah semangat dalam mengejar cita-cita.
  8. Goodwill, niat baik, dalam keadaan apapun.

Sumber: buku Personal Branding, karya Amalia E Maulana Phd

10 Langkah Untuk Berpikir Kritis

 

 

Langkah-langkah berikut ini, yang dinukil dari buku The Advantage karya Emma Sue Prince, bisa membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan meningkatkan kesadaran umum Anda:

  1. Pertanyakan Asumsi

Darimanapun asumsi itu berasal, pertanyakan asumsi itu. Pemikir yang kritis selalu penasaran dan mencari apa dan mengapa di balik semua hal. Jadilah lebih forensik ketika dihadapkan dengan sebuah situasi dan cobalah untuk mengetahui darimana asal asumsi itu. Kita mungkin membuat beberapa asumsi secara otomatis tanpa berpikir lagi. Sekaranglah saatnya untuk mengubah hal itu dan mulai mempertanyakan segalanya.

  1. Gunakan Persepsi Yang Berbeda

Masuklah kedalam pikiran orang lain sebanyak yang Anda bisa! Ini adalah saat ketika empati muncul. Libatkan juga orang lain dalam membuat keputusan. Ketahui bagaimana orang lain mamandang suatu permasalahan.

  1. Gunakan Data Untuk Mendorong Keputusan

Ganti semua tebakan atau celah dengan fakta dan data, dan pertanyakan keputusan yang telah diwujudkan tanpa data atau fakta untuk mendukung keputusan tersebut. Selalu kerjakan tugas Anda dan periksa semuanya. Dan jika Anda tidak yakin akan sesuatu, katakana saja, dan selidiki.

  1. Pelajari Cara Menghadapi Ambiguitas

Anda mungkin menyukai semua hal yang jelas, tetapi cepatnya kehidupan dan bisnis yang terkait dengan faktor global,  termasuk didalamnya teknologi dan orang-orang, membuat Anda mungkin tidak pernah tahu semua variabelnya. Jadi Anda perlu belajar merasa nyaman dilingkungan dimana perubahan konstan dan pembuatan keputusan secara cepat, biasa dilakukan.

  1. Jadilah Kreatif

Lihat peluang disaat orang lain hanya melihat hambatan dan carilah peluang itu! Pemikir cerdas yang pintar memandang kemunduran dan masalah sebagai kesempatan untuk sesuatu yang baru, atau sebagai cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu. Eksplotasi cara-cara baru yang kreatif dan inovatif. Otak Anda memiliki kemampuan secara alami untuk menjadi kreatif.

  1. Sediakan Waktu Untuk Refleksi

Luangkanlah waktu untuk merefleksikan dan memikirkan prioritas dalam setiap proses pengambilan keputusan. Bahkan relaks selama 5 menit disela-sela kesibukan Anda bisa membuat perbedaan, karena meski sedikit, waktu seperti ini bisa menjadikan proses pemikiran yang waspada dan pembuatan keputusan dengan baik.

  1. Jangan Mudah Percaya

Jangan puas dengan apa yang terlihat diluar. Pikirkan tentang faktor-faktor seperti akar sebab dan sumber masalahnya,  dan tentang apa yang tersembunyi di balik semua itu. Jangan percaya pada semua yang Anda dengar, jangan pernah! Meskipun, secara otomatis kita cenderung melakukan hal itu.

  1. Bangun Keterampilan Anda

Baca, baca dan baca. Dan akan lebih baik jika ditulis. Miliki lebih banyak percakapan mendalam tentang topik-topik kompleks yang penting. Eksplorasi kejadian terkini dengan lebih banyak. Ambil bagian dalam sebuah debat. Miliki pandangan dan pendapat. Pelajari sesuatu yang baru setiap hari. Terus belajar dan jadilah penasaran.

  1. Berhenti Mengesampingkan

Kita membuat penilaian kepada orang lain secara otomatis, berdasarkan pada fakta yang tidak pasti. Latih diri Anda sendiri untuk berhenti melakukan hal  itu, meskipun hanya dengan bercanda. Apa yang keluar dari mulut Anda akan diingat, bukan saja oleh orang lain lain, tapi juga oleh otak Anda. Dengan cepat Anda benar-benar akan percaya pada penilaian Anda sendiri, tanpa menguji keandalan mereka.

  1. Jujur dan Terbuka

Berkomunikasilah dengan jelas, jangan mengarang,  dan jangan memalsukan pengetahuan. Persiapkan pertemuan atau presentasi Anda dengan baik.