10 Langkah Menjadi TANGGUH

Tangguh adalah kemampuan untuk menghadapi tekanan dengan baik, menghadapi rintangan secara efektif, merespon perubahan dan tantangan dengan baik, dan pada dasarnya, bangkit kembali. Tangguh merupakan sebuah kemampuan dan kapasitas, itu artinya TANGGUH bisa dikembangan.

Orang-orang tangguh adalah orang-orang yang berorientasi pada tujuan, yang memberi mereka alasan untuk bangkit kembali dan terus berjalan dalam menghadapi kesulitan. Mereka tidak mudah menyerah. Orang-orang tangguh menyadari kekuatan mereka sendiri dan mereka tahu bahwa mereka bisa mengandalkan diri mereka sendiri untuk melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, meskipun mereka harus mengerjakannya sendiri.

Bagaimana cara untuk mengembangkan ketangguhan? Emma-Sue Prince dalam bukunya “The Advatage” menjabarkan 10 langkah untuk menjadi tangguh sebagai berikut:

  1. Dapatkan Perspektif

Hidup akan selalu penuh dengan tantangan, rintangan dan kesulitan. Dalam setiap kehidupan pasti ada masa-masa sulit. Pada akhirnya kita bisa memilih cara kita berfikir, merasa dan bertindak dalam merespon keadaan-keadaan. Mungkin terkadang terasa sangat sulit untuk melakukan hal tersebut, tetapi setiap kita memiliki kapasitas untuk bisa melakukannya. Semakin sering Anda melakukannya akan semakin baik Anda dalam menanggapinya. Terus pertanyakan :“Apa yang dapat saya pelajari dari pengalaman ini?”, “Apa hal yang paling penting dalam situasi ini?” dan “cara lain apa yang bisa saya pilih untuk melihat situasi ini”. Semakin baik pertanyaan yang kita pertanyakan, akan semakin baik jawabanya nanti. Gunakan pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan perspektif yang tepat untuk mengatasi suatu situasi. Berupayalah dan luangkan waktu untuk melakukan hal tersebut. Bijaksanalah dalam menentukan apa yang Anda lakukan dan keputusan yang Anda buat.

  1. Jangan Berkubang Dalam Lumpur

Pikirkan tentang apa yang terjadi dalam badai yang benar-benar buruk. Jika Anda hanya melihat lumpur di tanah, Anda tidak akan bisa melihat langit biru yang ada di atas Anda. Lumpur itu adalah masa lalu Anda. Tinggalkan dan jangan terus terpuruk. Halangan pribadi dapat menghalangi Anda melihat potensi sejati yang ada dalam diri Anda dan melihat peluang-peluang baru.

  1. Minta Pertolongan

Ini tentang menciptakan jaringan yang mendukung disekitar Anda. Orang-orang yang tangguh dan sukses biasanya mencari dukungan yang tepat untuk memecahkan masalah atau untuk membantu dirinya sendiri. Ini seperti memiliki penasehat pribadi. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang karakter dan pendapatnya Anda hargai dan percayai. Bergabunglah dengan klub-klub dan jaringan sosial yang memang Anda minati dan sesuai dengan nilai-nilai yang Anda anut.

  1. Ketahui Kekuatan Anda-Percaya dan Gunakan Kekuatan Anda

Penting untuk mengetahui dimana letak kepandaian dan keunggulan Anda. Begitu banyak orang yang terjebak dalam pekerjaan yang tidak benar-benar tepat untuk mereka. jika Anda tidak yakin dimana letak kemahiran Anda, caritahu lah!. Cobalah hal-hal baru! Gunakan alat diagnosis yang dapat membantu memahami kepribadian dan karakter Anda. Orang terbaik untuk mengenal Anda adalah Anda sendiri.

  1. Biarkan Pilihan Anda Tetap Terbuka

Ada lebih banyak kemungkinan dan peluang dari yang mungkin kita pikirkan, hanya jika kita cukup membuka diri untuk kemungkinan dan peluang tersebut. Mulailah dengan mengetahui apa arti kesuksesan dan kebahagaian sesungguhnya bagi Anda. Jika ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik, cari pendekatan lain untuk situasi tersebut. Jika Anda sedang berusaha untuk membuat suatu hal yang baru, teruslah coba dengan cara yang berbeda ketika Anda mengalami rintangan atau hambatan. Adopsi sikap yang tidak pernah menyerah.

  1. Bangun Sikap Proaktif dalam Khidupan Anda

Jika Anda proaktif, maka Anda akan mendahului kesulitan-kesulitan dengan tindakan Anda. Dengan kata lain, meminta pertolongan ketika Anda membutuhkannya atau membaut beberapa perubahan dan pekerjaan Anda. Berlatihlah menafsirkan peristiwa dengan cara yang optimis dan berfokus pada  tindakan positif yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan atau mengubah situasi, apapun situasinya.

  1. Menjaga Diri Sendiri

Ini artinya bertanggungjawab untuk kesehatan mental dan fisik Anda. Cukup tidur, jaga keseimbagan, jaga pola makan, olahraga secara rutin, pijat atau bekam, sehingga Anda secara fisik tangguh dan waspada-ada hubungan yang kuat antara tubuh dan pikiran.

  1. Fokus Pada Apa Yang Bisa Anda Ubah dan Menerima Apa Yang Tidak Bisa Anda Ubah

Stephen Covey menyebut hal ini dengan “tempat kontrol” Anda. Artinya tidak membuang-buang waktu dan energi pada faktor-faktor diluar kendali Anda dan mengetahui hal-hal apa saja yang dapat Anda kendalikan dan apa yang tidak bisa.

  1. Rayakan Kegagalan

Kembangkan sikap sunguh-sungguh merayakan kegagalan. Mengapa? Karena kegagalam bisa menjadi landasan perubahan Anda. Kegagalan adalah cara terbaik untuk benar-benar mempelajari segala hal, dan membangun kesadaran diri. Ambillah pelajaran dari kegagalan dan lakukan hal yang berbeda lain kali.

  1. Ambil Lebih Banyak Resiko

Di dunia yang berubah secepat perubahan kita sendiri, hal paling beresiko yang dapat Anda lakukan adalah menjadi stabil dan tidak mengambil resiko sama sekali. Ingat, kesalahan-kesalahan yang Anda buat akan membuat Anda menjadi semakin tangguh. Berlatihlah untuk mengatakan “ya” kepada peluang-peluang dan tantangan. Resiko yang Anda ambil akan dapat menambah kepercayaan diri. Cobalah untuk merencanakan resiko setiap hari dan setiap minggu, dan kembangkanlah hal itu.

71 Wasiat Nabi Muhammad SAW Kepada Ali bin Abi Thalib

 

  1. Hai Ali! Siapa saja yang memakan makanan halal, maka akan bersih agamanya, halus hatinya dan tidak akan ditolak doanya.
  2. Hai Ali! Siapa saja yang memakan makanan syubhat, maka akan disyubhatkan agamanya dan menjadi gelap hatinya. Siapa saja yang memakan makanan haram, maka akan mati hatinya, ringan agamanya, lemah keyakinannya, tidak dikabulkan doanya, dan malas beribadah        
  3. Hai Ali! Jika Allah swt marah kepada seseorang, ia akan diberi-Nya rizki yang haram. Jika Allah sangat membencinya, maka Dia akan menguasakan pada setan untuk memberkahi rizkinya, menemaninya, membuatnya sibuk dalam mencari harta sampai ia menyia-nyiakan agamanya, dan memudahkannya dalam urusan keduniawian, kemudian setan bilang, “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
  4. Hai Ali! Tiada seorang pun yang pergi dengan berjalan kaki mencari harta haram, melainkan setan senantiasa menemaninya. Tiada yang pergi dengan naik kendaraan, melainkan setan akan memboncengnya. Tiada yang mengumpulkan harta haram, melainkan setan akan menemaninya makan. Dan tiada yang lupa menyebut Asma’ Allah sewaktu menyetubuhi isterinya, melainkan setan ikut berpartisipasi didalamnya, sebagaimana yang disinggung Allah swt didalam firman-Nya :

وَشَارِكْـهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُوْرًا

“…dan berserikatlah (setan) dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (QS Al-Isa` : 64)

  1. Hai Ali! Allah tidak menerima shalat yang dilaksanakan tanpa wudhu dan tidak menerima shadaqah dari harta haram.
  2. Hai Ali! Orang mukmin akan selalu memperoleh tambahan dalam agamanya selama ia tidak memakan harta haram. Barangsiapa yang berpisah atau menjauhi ulama, maka hatinya menjadi mati dan buta untuk taat kepada Allah swt.
  3. Hai Ali! Siapa saja yang membaca Al-Qur`an tetapi tidak menghalalkan sesuatu yang telah dihalalkan Al-Qur`an dan tidak mengharamkan sesuatu yang telah diharamkan Al-Qur`an, maka ia termasuk golongan orang yang membuang jauh-jauh Kitab Allah tersebut.
  4. Hai Ali! Sempurnakan wudhumu, karena ini merupakan sebagian dari (kesempurnaan) iman. Bila berwudhu, jangan berlebihan dalam menggunakan air. Bila selesai berwudhu, bacalah 10 x surat Al-Qadr : Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr … sampai akhir surat setelah selesai membasuh kedua telapak kakimu, sebab Allah akan menghilangkan kesusahanmu.
  5. Hai Ali! Bila selesai melakukan thaharah (wudhu), ambillah air dengan kedua tanganmu dan usapkanlah pada lehermu sambil membaca doa :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada ruhan yang wajib disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu”

Kemudian arahkan pandanganmu ke bumi sambil mengucapkan :

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَ رَسُوْلِكَ

“Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu”

Orang yang mengucapkan bacaan seperti itu akan diampuni seluruh dosanya, baik yang kecil maupun yang besar.

  1. Hai Ali! Sesungguhnya para malaikat memohonkan ampunan buat seseorang, selama ia terus-menerus dalam keadaan suci dan tidak berhadas.
  2. Hai Ali! Siapa saja yang mandi pada hari jum’at, Allah akan mengampuni dosa-dosa yang ia lakukan di hari itu sampai hari jum’at berikutnya. Allah akan memberi tambahan pahala di kuburnya dan memberatkan timbangan amalnya.
  3. Hai Ali! Kamu seharusnya bersiwak, karena dalam bersiwak itu terkandung 24 macam keutamaan yang berkaitan dengan kebaikan (pahala) agama dan (kesehatan) badan.
  4. Hai Ali! Hendaklah kamu mengerjakan shalat tepat pada waktunya, karena shalat merupakan pokok dari semua keutamaan dan peribadatan.
  5. Hai Ali! Malaikat Jibril mengharapkan agar anak Adam (manusia) melakukan tujuh hal berikut :
  6. Shalat fardhu lima waktu bersama imam (shalat berjamaah)
  7. Bergaul dengan para ulama
  8. Membesuk orang yang sakit
  9. Mengiringkan jenazah sampai ke kuburan
  10. Memberi minum orang yang haus
  11. Mendamaikan dua saudara muslim yang bertikai
  12. Menghormati tetangga dan anak yatim.

Dan lakukanlah hal itu dengan penuh kesungguhan.

  1. Hai Ali! Shalatlah (sunnah) di waktu malam sekalipun sebentar. Karena orang yang suka melakukan shalat malam merupakan sebaik-baik manusia.  
  2. Hai Ali! Pada saat kamu bertakbir dalam shalat, renggangkan jari-jarimu dan angkatlah kedua tanganmu sejajar dengan bahu. Setelah bertakbir, letakkan telapak tangan kananmu di atas tangan kirimu di bawah pusar. Sewaktu rukuk, letakkan kedua telapak tanganmu di atas lutut sambil merenggangkan jari-jarinya.
  3. Hai Ali! Kerjakan shalat shubuh pada saat cahaya remang-remang dan segeralah shalat maghrib setelah matahari tenggelam. Karena hal ini merupakan perilaku para Nabi.
  4. Hai Ali! Hendaklah shalat berjamaah, karena pahalanya menurut Allah bagaikan melakukan ibadah haji dan umrah. Tiada seseorang yang bersemangat melakukannya kecuali orang mukmin yang dibenar-benar dicintai Allah dan tiada yang menjauhinya kecuali orang munafik yang benar-benar dibenci Allah.
  5. Hai Ali! Orang yang paling disukai Allah adalah orang yang sewaktu sujudnya membaca :

رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ, فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ, فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

“Tuhanku! Sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri. Karena itu, ampunilah dosaku. Karena tiada yang mampu mengampuni semua dosa selain Engkau”.

  1. Hai Ali! Lakukanlah shalat dhuha, baik sewaktu sedang bepergian maupun berada di rumah. Karena pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil dari arah surga : “Mana orang-orang yang suka shalat dhuha! Masuklah kalian semua ke surga melalui pintu dhuha dengan aman sejehtera”. Dan lagi, Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan disertai perintah agar melakukan shalat dhuha.
  2. Hai Ali! Diantara sebagian kemuliaan orang yang beriman adalah memiliki isteri yang kompak serasi (shalihah), melaksanakan shalat secara berjamaah, dan punya tetangga yang menyenangkan.
  3. Hai Ali! Barangsiapa yang berpuasa ramadhan sambil menjauhi hal-hal yang diharamkan dan meninggalkan kebohongan, maka Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang akan meridhai dan memasukkannya ke surga.
  4. Hai Ali! Barangsiapa yang melanjutkan puasa ramadhannya dengan berpuasa selama enam hari di bulan syawwal, maka Allah memberinya pahala seperti melakukan puasa selama setahun penuh.
  5. Hai Ali! Sesungguhnya para Wali kekasih Allah memperoleh keluasan rahmat dan ridha Allah itu bukan disebabkan banyaknya beribadah, akan tetapi lebih dikarenakan kedermawanan dan usaha menjauhi kesenangan duniawi.
  6. Hai Ali! Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan rahmat-Nya dan jauh dari siksa-Nya. Sebaliknya orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya dan dekat dengan siksa-Nya.
  7. Hai Ali! Aku pernah melihat tulisan kalimat diatas pintu surga yang berbunyi “Kamu haram dimasuki orang yang bakhil, orang yang menyakiti hati orang tua dan orang yang mengadu domba”.
  8. Hai Ali! Sewaktu Allah menciptakan surga, surga itu berkata : “Wahai Tuhanku! Untuk siapa saja Engkau ciptakan kami?”. “Untuk setiap orang yang dermawan dan yang bertakwa”, jawab Allah. Surga berkomentar, “Kalau begitu, kami bersedia”. Sementara (sewaktu neraka diciptakan), neraka bilang : “Untuk siapa saja Engkau ciptakan kami?”. Jawab Allah, “Untuk setiap orang yang bakhil dan sombang”. Kata neraka lagi, “Kami bersedia untuk itu”.
  9. Hai Ali! Barangsiapa yang mengalahkan hawa nafsunya, maka surgalah tempat tinggalnya, dan barangsiapa yang menuruti hawa nafsunya, maka neraka jahannamlah tempat kembalinya.
  10. Hai Ali! Takutlah kepada doa yang dipanjatkan orang dermawan. Sebab, kalaupun doanya itu terpeleset, maka Allah sendirilah yang akan mengambilnya.
  11. Hai Ali! Siapa saja yang memberi makanan secara sukarela kepada orang islam, maka Allah akan memberinya balasan berupa pahala sejuta kebaikan, melebur sejuta amal keburukannya, dan meninggikannya seribu derajat.
  12. Hai Ali! Cintailah saudara (sesama muslim) sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri.
  13. Hai Ali! Carilah amal kebaikan di saat semua wajah orang ceria dan muliakanlah tamu. Karena pada saat tamu itu berkunjung ke rumah suatu kaum, Allah menurunkan rizki bersamanya, dan pada saat tamu itu pergi, kepergiannya itu menyeret dosa-dosa tuan rumah. Lalu melemparkannya ke laut.
  14. Hai Ali! Para malaikat tidak mau masuk suatu rumah yang didalamnya terdapat gambar-gambar (makhluk bernyawa) dan patung-patung, atau ada orang yang menyakiti hati orang tuanya, serta rumah yang tidak pernah dikunjungi tamu.
  15. Hai Ali! Ber-amar ma’ruf-lah, sekalipun kepada orang rendahan. – Sementara itu sayyidina Ali bertanya kepada beliau saw : “Siapa yang dimaksud dengan orang rendahan, wahai Rasulalloh?”. Beliau saw bersabda, “Yaitu orang yang apabila dinasehati, ia tidak mau menerimanya, dan apabila dilarang melakukan kemaksiatan, ia malah tidak segera menghentikan perbuatan maksiatnya, serta tidak peduli terhadap apa yang ia dan orang lain katakan.
  16. Hai Ali! Shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dapat meredam kemarahan Allah dan dapat mendatangkan keberkahan dan rizki yang banyak. Karena itu, segeralah bersedekah, karena cobaan Allah akan segera menimpamu sebelum pagi. Sedangkan shadaqah itu mampu menepisqadha` Allah yang masih berada di awang-awang (belum di-qadar-kan).

bersambung di http://ahadiselvana.blogspot.co.id/2016/08/71-wasiat-nabi-muhammad-saw-kepada-ali.html

Di Terjemah Kitab Wasiyyatul Musthofa Li al-Imam Ali Karramallahu Wajhahu

Dari blog: barokalloh.com 

 

5 Hal Agar Mudah Menghapal Ilmu

Seperti diketahui bahwa orang-orang yang berilmu itu sungguh mendapat tempat yang tinggi disisi Allah beberapa tingkat atas orang-orang  yang hanya beramal sholeh saja.

Dari sahabat Ibnu Abbas ra, ia berkata,”Orang-orang yang berilmu itu mempunyai derajat 700 (tujuh ratus) tingkat di atas derajat orang-orang biasa, dimana jarak antara satu tingkat dengan tingkat lainnya sejauh (perjalanan) lima ratus tahun.

Konon, ilmu itu lebih utama dari amal karena lima sebab:

  1. Ilmu tanpa amal tetap ada, sedangkan amal tanpa ilmu tidak ada
  2. Ilmu tanpa amal masih berguna, sedangkan amal tanpa ilmu tidak berguna
  3. Amal itu suatu kewajiban, sedangkan ilmu pemberi cahaya laksana pelita
  4. Ilmu itu pangkat para nabi, seperti sabda Nabi SAW,”Para ulama umatku seperti para nabi Bani Israil”
  5. Ilmu itu sifat Allah, sedangkan amal-amal itu sifat hamba-hamba Allah. Dan sifat Allah itu jelas lebih utama daripada sifat hamba-hamba-Nya

Oleh sebab itu bagaimana caranya agar dimudahkan dalam menuntut imu? Ada beberapa saran dari panutan kita Nabi Muhammad SAW agar mudah dalam menuntut ilmu.

Nabi Bersabda :

Barangsiapa ingin menghapalkan ilmu maka ia harus membiasakan diri nya dengan lima perkara:

  1. Shalat malam, walau hannya dua rakaat
  2. Selalu dalam keadaan berwudhu
  3. Bertaqwa (kepada Allah) baik secara rahasia (ketika sendirian) maupun secara teranga-terangan (ketika sedagn ditempat ramai)
  4. Makan (sekedarnya) untuk mendapatkan tenaga (untuk tujuan ibadah), bukan untuk memenuhi syahwat
  5. Bersiwak (menggosok gigi)

Disadur dari kitab :Durratun Nasihin (terjemahan)

Personal Branding-kan Diri Anda

Personal Branding sangat perlu bagi diri Anda, apalagi zaman ini dan kedepannya, tidak bisa ditawar lagi. Setidaknya itulah kesimpulan penulis ketika menghadiri suatu acara mentoring dari pembicara Amalia E. Maulana Phd. Seorang konsultan Brand dan pakar Etnography Marketing.  

Personal Branding adalah suatu aktifitas memasarkan diri sendiri dan karier sebagai sebuah merek. Istilah personal Branding ini diduga pertama kali dipopulerkan oleh Tom Peters. Banyak orang yang memaknai sempit tentang Personal Branding, Namun Amalia dalam bukunya yang berjudul “Personal Branding” membuat klarifikasi Personal Branding lebih luas sebagai berikut :

  • Personal Branding itu bukan hanya untuk artis atau tokoh penting, tapi semua orang perlu mengelola Brand-nya.
  • Personal Branding itu bukan pencitraan semu, melainkan pencitraan tulus, Genuine.
  • Personal Branding itu tidak perlu mengubah diri menjadi orang lain, tapi jadilah diri sendiri.
  • Personal Branding itu bukan hanya seputar kemasan, tetapi lebih dari itu –VALUE diri.

Jadi, ketika Anda sedang membangun reputasi dan kepercayaan terhadap audience Anda, ketika Anda sedang membentuk persepsi stakeholder dari waktu kewaktu, Ketika ada suatu impresi yang muncul di benak orang lain tentang Anda, Ketika ada sekumpulan cerita tentang seseorang di mata stakeholder, ketika sekumpulan janji harus Anda penuhi, itulah Personal Branding. Intinya Personal Branding adalah segala hal positif yang teringat di benak orang lain tentang diri Anda, pekerjaan Anda, apa yang membuat Anda special, apa yang berkesan untuk mereka, dan tentang apa yang bernilai bagi mereka.

Personal Branding yang bagus itu adalah Personal Branding yang cemerlang. Personal Branding yang cemerlang adalah brand yang dikenal, yang dimengerti, yang disukai dan lalu dipilih, dipilih kembali, direkomendasikan kepada orang lain kemudian dibela dan dipertahankan. Dan ketika Anda telah memiliki Personal Branding yang cemerlang Anda akan menjadi pilihan pada setiap kesempatan yang ditawarkan.

Lalu siapa yang mengelola Personal Brand kita sendiri? Anda bisa menyewa Brand Manager jika mampu. Jika tidak Anda harus mengelola personal brand Anda sendiri. Dalam bukunya, Amalia memaparkan cara-cara mengelola Personal Brand yang cemerlang. Anda bisa membeli bukunya atau menghadiri seminar beliau untuk mengerti lebih lanjut tentang cara mengelola Personal Brand. Namun penulis akan menuliskan hukum Personal Branding yang perlu Anda ketahui sebagai penutup tulisan ini:

  1. Spesialisasi, Fokuslah pada satu atau dua keahlian tertentu.
  2. Leadership, Refleksi dari seseorang yang menguasai masalah dan juga refleksi dari kemampuan untuk menjadi panutan orang lain.
  3. Personality, Personal Brand seseorang dibangun dari kekuatan kepribadian nya dan bagaimana bisa mengatasi kekurangannya.
  4. Distinctiveness, Miliki kelebihan yang unik dan berbeda dari orang lain yang menawarkan hal yang sama.
  5. Visibility, Selalu muncul dan tampak kemampuannya di bidang yang ia tekuni.
  6. Unity, Satu kata antara perkataan dan perbuatan, konsisten dalam prilaku baik yang diekspose maupun yang tidak diekspose.
  7. Persistence, Konsisten, tidak mudah patah semangat dalam mengejar cita-cita.
  8. Goodwill, niat baik, dalam keadaan apapun.

Sumber: buku Personal Branding, karya Amalia E Maulana Phd

10 Langkah Untuk Berpikir Kritis

 

 

Langkah-langkah berikut ini, yang dinukil dari buku The Advantage karya Emma Sue Prince, bisa membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan meningkatkan kesadaran umum Anda:

  1. Pertanyakan Asumsi

Darimanapun asumsi itu berasal, pertanyakan asumsi itu. Pemikir yang kritis selalu penasaran dan mencari apa dan mengapa di balik semua hal. Jadilah lebih forensik ketika dihadapkan dengan sebuah situasi dan cobalah untuk mengetahui darimana asal asumsi itu. Kita mungkin membuat beberapa asumsi secara otomatis tanpa berpikir lagi. Sekaranglah saatnya untuk mengubah hal itu dan mulai mempertanyakan segalanya.

  1. Gunakan Persepsi Yang Berbeda

Masuklah kedalam pikiran orang lain sebanyak yang Anda bisa! Ini adalah saat ketika empati muncul. Libatkan juga orang lain dalam membuat keputusan. Ketahui bagaimana orang lain mamandang suatu permasalahan.

  1. Gunakan Data Untuk Mendorong Keputusan

Ganti semua tebakan atau celah dengan fakta dan data, dan pertanyakan keputusan yang telah diwujudkan tanpa data atau fakta untuk mendukung keputusan tersebut. Selalu kerjakan tugas Anda dan periksa semuanya. Dan jika Anda tidak yakin akan sesuatu, katakana saja, dan selidiki.

  1. Pelajari Cara Menghadapi Ambiguitas

Anda mungkin menyukai semua hal yang jelas, tetapi cepatnya kehidupan dan bisnis yang terkait dengan faktor global,  termasuk didalamnya teknologi dan orang-orang, membuat Anda mungkin tidak pernah tahu semua variabelnya. Jadi Anda perlu belajar merasa nyaman dilingkungan dimana perubahan konstan dan pembuatan keputusan secara cepat, biasa dilakukan.

  1. Jadilah Kreatif

Lihat peluang disaat orang lain hanya melihat hambatan dan carilah peluang itu! Pemikir cerdas yang pintar memandang kemunduran dan masalah sebagai kesempatan untuk sesuatu yang baru, atau sebagai cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu. Eksplotasi cara-cara baru yang kreatif dan inovatif. Otak Anda memiliki kemampuan secara alami untuk menjadi kreatif.

  1. Sediakan Waktu Untuk Refleksi

Luangkanlah waktu untuk merefleksikan dan memikirkan prioritas dalam setiap proses pengambilan keputusan. Bahkan relaks selama 5 menit disela-sela kesibukan Anda bisa membuat perbedaan, karena meski sedikit, waktu seperti ini bisa menjadikan proses pemikiran yang waspada dan pembuatan keputusan dengan baik.

  1. Jangan Mudah Percaya

Jangan puas dengan apa yang terlihat diluar. Pikirkan tentang faktor-faktor seperti akar sebab dan sumber masalahnya,  dan tentang apa yang tersembunyi di balik semua itu. Jangan percaya pada semua yang Anda dengar, jangan pernah! Meskipun, secara otomatis kita cenderung melakukan hal itu.

  1. Bangun Keterampilan Anda

Baca, baca dan baca. Dan akan lebih baik jika ditulis. Miliki lebih banyak percakapan mendalam tentang topik-topik kompleks yang penting. Eksplorasi kejadian terkini dengan lebih banyak. Ambil bagian dalam sebuah debat. Miliki pandangan dan pendapat. Pelajari sesuatu yang baru setiap hari. Terus belajar dan jadilah penasaran.

  1. Berhenti Mengesampingkan

Kita membuat penilaian kepada orang lain secara otomatis, berdasarkan pada fakta yang tidak pasti. Latih diri Anda sendiri untuk berhenti melakukan hal  itu, meskipun hanya dengan bercanda. Apa yang keluar dari mulut Anda akan diingat, bukan saja oleh orang lain lain, tapi juga oleh otak Anda. Dengan cepat Anda benar-benar akan percaya pada penilaian Anda sendiri, tanpa menguji keandalan mereka.

  1. Jujur dan Terbuka

Berkomunikasilah dengan jelas, jangan mengarang,  dan jangan memalsukan pengetahuan. Persiapkan pertemuan atau presentasi Anda dengan baik.

 

Semua Diciptakan Menurut Ukurannya

 

Suatu waktu pada kuliah umum Dr. Zakir Naik, bertanyalah seorang non muslim tentang mengapa, jika Alquran ini kitab yang mengandung ajaran yang sempurna, tidak diturunkan sebelum kitab-kitab yang lainnya seperti kitab Nabi Musa AS dan kitab nabi Isa AS?.

Dr.Zakir Naik, sang ulama dari India, seorang penulis dan da’i ahli perbandingan agama yang kerap menyampaikan dakwah lewat debat dan ceramah di seluruh dunia, menjawabnya dengan analogi sederhana, Bahwa jika seorang Anak kecil memiliki cita-cita ingin menjadi seorang dokter, maka ia terlebih dahulu harus melewati tahap-tahap sekolah dasar, sekolah menegah, sekolah atas dan lalu kuliah. Apabila anak kecil tersebut langsung duduk di bangku kuliah, dia tidak akan sanggup menerima pelajarannya.

Manusia ini berevolusi (bukan dari kera menjadi manusia), Peradaban pun berevolusi, otak manusia juga berevolusi. dari jaman penciptaan Adam AS, hingga sekarang. Kemampuan kecerdasan manusia sebelumnya berbeda dengan kemampuan manusia di zaman sekarang dan akan datang. Begitulah Allah sang Maha Pencipta mengetahui hal tentang apa-apa yang diciptakannya.

Jika Alquran diturunkan di awal peradaban manusia, manusia tidak akan sanggup menerimanya karena tingkat kecerdasana dan perkembangan manusia secara umum memang belum siap untuk itu. Maka Al-Quran kemudian diturunkan ketika manusia sudah siap untuk menerimanya, dengan didahului oleh kitab-kitab sebelumnya. Maka Alquran ini menjadi penyempurna kitab-kitab sebelumnya.

Nabi Muhammad SAW baru menerima wahyu kenabiannya ketika baginda berumur 40 tahun. Mengapa berita kenabian itu tidak diturunkan kepada beliau ketika berumur 30, 20 atau ketika masih anak-anak? Penemuan ilmiah terbaru mengungkap fakta bahwa otak manusia mencapai kematangannya pada usia 40 tahun. Usia 40 tahun menurut pakar psikologi adalah usia dimana manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih menapaki masa dewasa penuh atau usia paruh baya

Segala sesuatu ada tahapannya. Segala sesuatu diciptakan menurut kadar dan ukurannya. Allah dengan tegas menyebutkan hal ini dalam al-Quran:

Dan dia Telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS. al-Furqan: 2).

 

 

Haji Dan Umrah Tiap Minggu?

Berapa biaya yang dikeluarkan jika Anda ingin berumrah saat ini, USD 15.000 – 20.000. Biaya untuk haji lebih mahal lagi plus daftar tunggu yang mencapai 10 tahun lebih di daerah tertentu. Sungguh mahal dan lama. Tidak berlebihanlah dikatakan bahwa menunaikan haji adalah rukun islam yang hanya diwajibkan bagi orang tertentu, yaitu orang yang mampu, baik dari segi harta maupun tenaga.

Tapi jangan putus asa. Ada pahala yang menyamai haji dan umrah. Pahala ini mudah didapat, tidak membutuhkan tenaga yang banyak, apalagi uang yang besar. Hanya membutuhkan komitmen dan waktu kita untuk menjalaninya. Perhatikan hadits sahih dibawah ini:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir memuji Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala haji dan umrah. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan: Sempurna..sempurna..sempurna. (HR. Turmudzi 586, al-Bazzar 9314, dan dihasankan al-Albani).

Jadi syarat untukmendapatkannya adalah Anda harus melaksanakan rangkaian –rangkaian sebagai berikut; sholat subuh di mesjid, lalu duduk berdzikir (bisa membaca alquran/mendengar ceramah agama/amar ma’aruf nahi mungkar), kemudian pada sesaat setelah terbitnya matahari melakukan sholat sunnah dua rakaat (sholat isyraq).

Telah banyak berita di media online dan ceramah-ceramah tentang bahasan ini, namun tidak banyak orang yang benar-benar meresapi dan melaksanakannya.

Jika Anda seorang yang mampu melakukan amalan ini setiap hari, alangkah beruntung Anda. Namun jika Anda hanya memiliki waktu sekali dalam seminggu untuk melaksanakannya karena alasan pekerjaan dan lain hal, Anda juga masih tetap beruntung. Yang merugi adalah orang-orang yang tidak peduli dan tidak mau untuk mengerjakannya.

Perlu di catat bahwa amalan ini tidak menggugurkan kewajiban haji .

Wallahu a’lam

Nasionalisme Itu Disini

Besok adalah hari kemerdekaan Negara yang tercinta ini. Negara Republik Indonesia. Ternyata sudah berumur 70 tahun, cukup tua untuk ukuran umur manusia. Tapi mungkin tidak untuk ukuran sebuah negara. Jika manusia pada umur 70 tahun dihormati dengan segala gelar, jasa, kemandirian, kehormatan  yang melekat padanya dirinya, apakah demikian juga hal nya dengan negara ini?.

Jika mempertanyakan   jasa, kemandirian, kehormatan   suatu negara adalah hal yang terlalu jauh dan berat, dan membutuhkan kapasitas seorang pakar yang hebat, kiranya mari kita berkomentar tentang hal yang ringan, misalnya tentang manifestasi nilai nasionalisme.  Nilai nasionalisme yang dimanifestasikan dalam kegiatan sesaat, pada puncak perayaan kelahiran bangsa ini,  dari mengibarkan bendera di ujung gunung tertinggi, mengendarai moge di jalanan tol yang bukan tol, hingga lomba karaoke tingkat RT hingga larut malam, yang dianggap sebagai bentuk ungkapan nasionalisme.

Apa yang didapat dari menancapkan bendera di ujung gunung tertinggi, mengendarai moge di jalanan tol yang bukan tol, lomba karaoke hingga larut malam, selain hanya, kebanggaan semu, kesombongan yang nyata dan Nasionalisme yang salah kaprah? Alih alih membuang-buang waktu, energy, uang dan mengganggu sebagian banyak orang lainnya yang masih memiliki rasionalitas berpikir.

Harry Rubenstein, seorang kurator dari Amerika, mengatakan bahwa perayaan Hari Kemerdekaan adalah suatu bentuk idealisme dari  cita-cita demokrasi, kebebasan dan kebahagiaan bagi siapa saja yang percaya akan perkara”semua manusia diciptakan sama.” Disamping hari untuk mengingat dan menghormati orang-orang pertama yang membuat pengorbanan bagi  sebuah negara.

Nasionalisme itu perlu dan harga mati. Nasionalisme itu ada disini (dihati). Cukuplah tancapkan saja bendera merah putih di pintu rumah Anda, walaupun lusuh, dengan tiang yang tidak begitu tinggi. Sempatkan menghormatinya beberapa detik di pagi hari kemerdkaan, sambil mengingat jasa-jasa para pendahulu negeri ini yang berjuang dengan darah, pikiran dan airmata mereka, lalu doakan mereka, doakan negeri ini.

Derajat Wanita Dalam Islam

Dialog ini sudah beredar banyak di kalangan online. Isinya sangat menarik dan mudah untuk dipahami tentang betapa islam menempatkan wanita begitu tinggi derajatnya.

Seorang pria Inggris datang kepada seorang Sheikh dan bertanya:

Englismen (E):  Mengapa tidak diperbolehkan dalam Islam bagi perempuan untuk berjabat tangan dengan seorang pria?

Sheikh (S):        Dapatkah Anda berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?

E:      Tentu saja tidak, hanya ada orang- orang tertentu yang bisa berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth

S :     Wanita kami adalah ratu dan ratu tidak berjabat tangan dengan laki-laki asing.

E :     Mengapa gadis-gadis muslim menutupi tubuh mereka dan rambutnya?

Sheikh tersenyum dan mengambil dua permen, ia membuka yang pertama dan yang lain dibiarkan terbungkus. Dia melemparkan keduanya di lantai berdebu dan bertanya pd orang Inggris itu:
Jika saya meminta Anda untuk mengambil salah satu permen,mana yang akan Anda pilih?

E:      Tentu saja yang tertutup.

S:      Itulah cara kami melihat wanita di islam.

Dengan pakaian menutupi aurat, derajat perempuan islam lebih baik daripada tidak tertutup.

 

Ahadi Selvana : Cerdas, Intuisi, Spiritualitas, Analitis, Soliter, Rahasia

Jika ditanya arti nama Anda? Adakah Anda tahu maknanya, ketika Anda tidak sempat mengetahui mengapa orangtua Anda memberi nama Anda seperti itu. Atau Anda ingin mengetahui karakter Anda atau orang lain dibalik sebuah nama? Cobalah iseng ketik nama Anda di http://www.meaningorigin.com dan temukan makna dan karater Anda di balik nama Anda.

Saya sudah mencobanya, dan inilah hasilnya:

Ahadi Selvana:

Ruling Planet: Neptune 
Colors: Green
Gemstones: Moonstone 
Qualities: Philosophical, Spiritual 

Nama ini memiliki karakter-karakter:
Cerdas, intuisi, spiritualitas, analitis, soliter, rahasia

Angka kehidupan Ahadi Selvana adalah  7. Angka 7 adalah orang-orang yang tanpa kenal lelah, original, memiliki intelektual yang selalu siap untuk menganalitis dirinya sendiri dan lingkungannya.

Seorang filsuf :  Tertarik dalam banyak hal dan selalu siap untuk pengalaman baru. Melakukan perjalanan dan belajar banyak hal adalah hal yang ingin dilakukan jika memiliki kesempatan. Selalu mencoba untuk menemukan waktu untuk berpikir dalam keheningan dan kesendirian. Lebih condong ke introvert dari pada ekstrovert.

Memiliki intuisi yang kuat dapat bermanfaat untuk diri sendiri! Kadang-kadang reaksi spontan bekerja lebih baik daripada reaksi yang didahului oleh berpikir.

Persahabatan terbentuk secara perlahan. Ketika  persahabatan itu telah terbentuk maka akan menjadi seumur hidup.

Loyalitas, kesabaran dan kemurahan hati adalah hal-hal yang bisa didapat oleh teman-temannya.  Ia tidak hanya seorang pembicara yang baik tetapi juga seorang pendengar yang fantastis. Namun  Ia benci pembicaraan spele yang sia-sia. Jika Anda percaya pada sesuatu, Anda siap berjuang untuk meraihnya.

Cenderung terlalu kritis, bahkan mungkin sering menetapkan tujuan terlalu tinggi dalam berusaha mencapai kesempurnaan. Bila tujuan tersebut  tidak tercapai Ia  mudah frustrasi. Kemudian Ia akan mengganggu lingkungan dengan aksi diam. Kadang-kadang Ia terlalu mengambil risiko menjadi seorang penyendiri. Jika Ia  memiliki sesuatu yang dipikirkan dengan baik dan telah siap untuk diungkapkan, Ia bisa sangat keras kepala tentang hal itu.

Angka tujuh memiliki fokus dan keyakinan yang kuat.

Categories