71 Wasiat Nabi Muhammad SAW Kepada Ali bin Abi Thalib

 

  1. Hai Ali! Siapa saja yang memakan makanan halal, maka akan bersih agamanya, halus hatinya dan tidak akan ditolak doanya.
  2. Hai Ali! Siapa saja yang memakan makanan syubhat, maka akan disyubhatkan agamanya dan menjadi gelap hatinya. Siapa saja yang memakan makanan haram, maka akan mati hatinya, ringan agamanya, lemah keyakinannya, tidak dikabulkan doanya, dan malas beribadah        
  3. Hai Ali! Jika Allah swt marah kepada seseorang, ia akan diberi-Nya rizki yang haram. Jika Allah sangat membencinya, maka Dia akan menguasakan pada setan untuk memberkahi rizkinya, menemaninya, membuatnya sibuk dalam mencari harta sampai ia menyia-nyiakan agamanya, dan memudahkannya dalam urusan keduniawian, kemudian setan bilang, “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
  4. Hai Ali! Tiada seorang pun yang pergi dengan berjalan kaki mencari harta haram, melainkan setan senantiasa menemaninya. Tiada yang pergi dengan naik kendaraan, melainkan setan akan memboncengnya. Tiada yang mengumpulkan harta haram, melainkan setan akan menemaninya makan. Dan tiada yang lupa menyebut Asma’ Allah sewaktu menyetubuhi isterinya, melainkan setan ikut berpartisipasi didalamnya, sebagaimana yang disinggung Allah swt didalam firman-Nya :

وَشَارِكْـهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُوْرًا

“…dan berserikatlah (setan) dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (QS Al-Isa` : 64)

  1. Hai Ali! Allah tidak menerima shalat yang dilaksanakan tanpa wudhu dan tidak menerima shadaqah dari harta haram.
  2. Hai Ali! Orang mukmin akan selalu memperoleh tambahan dalam agamanya selama ia tidak memakan harta haram. Barangsiapa yang berpisah atau menjauhi ulama, maka hatinya menjadi mati dan buta untuk taat kepada Allah swt.
  3. Hai Ali! Siapa saja yang membaca Al-Qur`an tetapi tidak menghalalkan sesuatu yang telah dihalalkan Al-Qur`an dan tidak mengharamkan sesuatu yang telah diharamkan Al-Qur`an, maka ia termasuk golongan orang yang membuang jauh-jauh Kitab Allah tersebut.
  4. Hai Ali! Sempurnakan wudhumu, karena ini merupakan sebagian dari (kesempurnaan) iman. Bila berwudhu, jangan berlebihan dalam menggunakan air. Bila selesai berwudhu, bacalah 10 x surat Al-Qadr : Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr … sampai akhir surat setelah selesai membasuh kedua telapak kakimu, sebab Allah akan menghilangkan kesusahanmu.
  5. Hai Ali! Bila selesai melakukan thaharah (wudhu), ambillah air dengan kedua tanganmu dan usapkanlah pada lehermu sambil membaca doa :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada ruhan yang wajib disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu”

Kemudian arahkan pandanganmu ke bumi sambil mengucapkan :

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَ رَسُوْلِكَ

“Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu”

Orang yang mengucapkan bacaan seperti itu akan diampuni seluruh dosanya, baik yang kecil maupun yang besar.

  1. Hai Ali! Sesungguhnya para malaikat memohonkan ampunan buat seseorang, selama ia terus-menerus dalam keadaan suci dan tidak berhadas.
  2. Hai Ali! Siapa saja yang mandi pada hari jum’at, Allah akan mengampuni dosa-dosa yang ia lakukan di hari itu sampai hari jum’at berikutnya. Allah akan memberi tambahan pahala di kuburnya dan memberatkan timbangan amalnya.
  3. Hai Ali! Kamu seharusnya bersiwak, karena dalam bersiwak itu terkandung 24 macam keutamaan yang berkaitan dengan kebaikan (pahala) agama dan (kesehatan) badan.
  4. Hai Ali! Hendaklah kamu mengerjakan shalat tepat pada waktunya, karena shalat merupakan pokok dari semua keutamaan dan peribadatan.
  5. Hai Ali! Malaikat Jibril mengharapkan agar anak Adam (manusia) melakukan tujuh hal berikut :
  6. Shalat fardhu lima waktu bersama imam (shalat berjamaah)
  7. Bergaul dengan para ulama
  8. Membesuk orang yang sakit
  9. Mengiringkan jenazah sampai ke kuburan
  10. Memberi minum orang yang haus
  11. Mendamaikan dua saudara muslim yang bertikai
  12. Menghormati tetangga dan anak yatim.

Dan lakukanlah hal itu dengan penuh kesungguhan.

  1. Hai Ali! Shalatlah (sunnah) di waktu malam sekalipun sebentar. Karena orang yang suka melakukan shalat malam merupakan sebaik-baik manusia.  
  2. Hai Ali! Pada saat kamu bertakbir dalam shalat, renggangkan jari-jarimu dan angkatlah kedua tanganmu sejajar dengan bahu. Setelah bertakbir, letakkan telapak tangan kananmu di atas tangan kirimu di bawah pusar. Sewaktu rukuk, letakkan kedua telapak tanganmu di atas lutut sambil merenggangkan jari-jarinya.
  3. Hai Ali! Kerjakan shalat shubuh pada saat cahaya remang-remang dan segeralah shalat maghrib setelah matahari tenggelam. Karena hal ini merupakan perilaku para Nabi.
  4. Hai Ali! Hendaklah shalat berjamaah, karena pahalanya menurut Allah bagaikan melakukan ibadah haji dan umrah. Tiada seseorang yang bersemangat melakukannya kecuali orang mukmin yang dibenar-benar dicintai Allah dan tiada yang menjauhinya kecuali orang munafik yang benar-benar dibenci Allah.
  5. Hai Ali! Orang yang paling disukai Allah adalah orang yang sewaktu sujudnya membaca :

رَبِّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ, فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ, فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

“Tuhanku! Sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri. Karena itu, ampunilah dosaku. Karena tiada yang mampu mengampuni semua dosa selain Engkau”.

  1. Hai Ali! Lakukanlah shalat dhuha, baik sewaktu sedang bepergian maupun berada di rumah. Karena pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil dari arah surga : “Mana orang-orang yang suka shalat dhuha! Masuklah kalian semua ke surga melalui pintu dhuha dengan aman sejehtera”. Dan lagi, Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan disertai perintah agar melakukan shalat dhuha.
  2. Hai Ali! Diantara sebagian kemuliaan orang yang beriman adalah memiliki isteri yang kompak serasi (shalihah), melaksanakan shalat secara berjamaah, dan punya tetangga yang menyenangkan.
  3. Hai Ali! Barangsiapa yang berpuasa ramadhan sambil menjauhi hal-hal yang diharamkan dan meninggalkan kebohongan, maka Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang akan meridhai dan memasukkannya ke surga.
  4. Hai Ali! Barangsiapa yang melanjutkan puasa ramadhannya dengan berpuasa selama enam hari di bulan syawwal, maka Allah memberinya pahala seperti melakukan puasa selama setahun penuh.
  5. Hai Ali! Sesungguhnya para Wali kekasih Allah memperoleh keluasan rahmat dan ridha Allah itu bukan disebabkan banyaknya beribadah, akan tetapi lebih dikarenakan kedermawanan dan usaha menjauhi kesenangan duniawi.
  6. Hai Ali! Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan rahmat-Nya dan jauh dari siksa-Nya. Sebaliknya orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya dan dekat dengan siksa-Nya.
  7. Hai Ali! Aku pernah melihat tulisan kalimat diatas pintu surga yang berbunyi “Kamu haram dimasuki orang yang bakhil, orang yang menyakiti hati orang tua dan orang yang mengadu domba”.
  8. Hai Ali! Sewaktu Allah menciptakan surga, surga itu berkata : “Wahai Tuhanku! Untuk siapa saja Engkau ciptakan kami?”. “Untuk setiap orang yang dermawan dan yang bertakwa”, jawab Allah. Surga berkomentar, “Kalau begitu, kami bersedia”. Sementara (sewaktu neraka diciptakan), neraka bilang : “Untuk siapa saja Engkau ciptakan kami?”. Jawab Allah, “Untuk setiap orang yang bakhil dan sombang”. Kata neraka lagi, “Kami bersedia untuk itu”.
  9. Hai Ali! Barangsiapa yang mengalahkan hawa nafsunya, maka surgalah tempat tinggalnya, dan barangsiapa yang menuruti hawa nafsunya, maka neraka jahannamlah tempat kembalinya.
  10. Hai Ali! Takutlah kepada doa yang dipanjatkan orang dermawan. Sebab, kalaupun doanya itu terpeleset, maka Allah sendirilah yang akan mengambilnya.
  11. Hai Ali! Siapa saja yang memberi makanan secara sukarela kepada orang islam, maka Allah akan memberinya balasan berupa pahala sejuta kebaikan, melebur sejuta amal keburukannya, dan meninggikannya seribu derajat.
  12. Hai Ali! Cintailah saudara (sesama muslim) sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri.
  13. Hai Ali! Carilah amal kebaikan di saat semua wajah orang ceria dan muliakanlah tamu. Karena pada saat tamu itu berkunjung ke rumah suatu kaum, Allah menurunkan rizki bersamanya, dan pada saat tamu itu pergi, kepergiannya itu menyeret dosa-dosa tuan rumah. Lalu melemparkannya ke laut.
  14. Hai Ali! Para malaikat tidak mau masuk suatu rumah yang didalamnya terdapat gambar-gambar (makhluk bernyawa) dan patung-patung, atau ada orang yang menyakiti hati orang tuanya, serta rumah yang tidak pernah dikunjungi tamu.
  15. Hai Ali! Ber-amar ma’ruf-lah, sekalipun kepada orang rendahan. – Sementara itu sayyidina Ali bertanya kepada beliau saw : “Siapa yang dimaksud dengan orang rendahan, wahai Rasulalloh?”. Beliau saw bersabda, “Yaitu orang yang apabila dinasehati, ia tidak mau menerimanya, dan apabila dilarang melakukan kemaksiatan, ia malah tidak segera menghentikan perbuatan maksiatnya, serta tidak peduli terhadap apa yang ia dan orang lain katakan.
  16. Hai Ali! Shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dapat meredam kemarahan Allah dan dapat mendatangkan keberkahan dan rizki yang banyak. Karena itu, segeralah bersedekah, karena cobaan Allah akan segera menimpamu sebelum pagi. Sedangkan shadaqah itu mampu menepisqadha` Allah yang masih berada di awang-awang (belum di-qadar-kan).

bersambung di http://ahadiselvana.blogspot.co.id/2016/08/71-wasiat-nabi-muhammad-saw-kepada-ali.html

Di Terjemah Kitab Wasiyyatul Musthofa Li al-Imam Ali Karramallahu Wajhahu

Dari blog: barokalloh.com 

 

This entry was posted by admin on Wednesday, August 3rd, 2016 at 6:41 am and is filed under islam . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

infopaytren.com
Categories