Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju

Judul diatas adalah tema pada peringatan hari anti korupsi sedunia (Hakordia) tahun 2019. Tema yang berat, sekaligus menyimpan harapan akan lenyapnya korupsi di muka bumi tercinta-Indonesia. Tema yang berat karena seolah-olah korupsi adalah sosok yang sangat buas dan tidak bisa dilawan sendiri-sendiri atau segelintir orang, tapi harus dengan banyak orang, dan bersama-sama.  Korupsi memang sangat buas, kalo bukan, pasti sudah punah dari dulu.  

Betapa saya masih menyaksikan, secara langsung maupun tidak langsung, dari level bawah hingga atas, di ranah swasta apalagi pemerintahan, bahwa korupsi itu masih ada. Seperti sudah mendarah daging, karena sudah terjadi lama hingga telah dianggap biasa lalu membudaya. Mengapa korupsi begitu sulit untuk diberantas?

Tulisan ini hanya bermaksud sumbang pikiran, dari saya, yang selalu beranggapan memiliki solusi sederhana untuk menghilangkan korupsi. Sederhana karena hanya ada 2 solusi. Yaitu:

Pertama. Gaji yang memadai bagi aparat pemerintah. Didasari dari teori psikologi “Hierarki Kebutuhan Maslow”  oleh Abraham Maslow yang masih saya yakini bahwa kebutuhan terendah dari manusia ini belum terpenuhi. Sulit untuk disangkal, tapi sebaiknya Anda cari sendiri bukti dan kajiannya.

Kedua. Buat aturan yang keras dan tegas lalu laksanakan. Aturan yang keras bukan berarti kejam, keras karena korupsi memang kejahatan luar biasa. Tegas bermakna jelas, tidak ada ruang abu-abu, yang bisa dipelintir, atau dimanipulasi. Lalu dilaksanakan dengan berani tanpa pandang bulu. Aturan yang keras dan tegas tanpa didukung oleh pelaksana negara yang bersih juga seperti membersihkan kotoran dengan sapu yang kotor, sampah itu tak kan pernah bersih. Saya membayangkan, jika ada aturan dinegeri ini bahwa koruptor dengan level kesalahan tertentu dihukum dengan hukuman mati, atau “potong tangan”, lalu ada contoh beberapa koruptor yang telah terbukti bersalah lalu dieksekusi, maka dijamin orang lain akan berpikir 7 kali untuk melakukan korupsi. Tapi ironis, jangkankan menghukum mati atau potong tangan,  memakai kostum berlabel “koruptor” bagi  pelaku korupsi saja, sudah tidak berani dilakukan.  

Mari berharap peringatan Hakordia tahun ini tidak hanya sekedar seremonial. Harus ada rencana yang besar, terstruktur, “matang” dan berani diimplementasikan tanpa lelah, terus menerus dan tidak mudah menyerah. Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia

This entry was posted by admin on Monday, December 9th, 2019 at 9:07 am and is filed under persepsi . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply