Efek Kemalasan Sosial

Ketika dua orang atau lebih melakukan pekerjaan bersama, masing-masing mereka tidak akan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka sama dengan  saat ketika mereka melakukannya sendiri. Seorang insiyur Perancis, Maximilian Ringelmann telah membuktikannya melalui penelitiannya terhadap dua ekor kuda. Begitulah dikutip dari buku “The art of thinking clearly” karangan Rolf Dobelli.

Penelitian sang insiyur terhadap kuda tadi dilanjutkan kepada manusia. Ketika seseorang diberikan tugas untuk mengerjakan sendiri, dia akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya hingga 100 persen. Lalu ketika tugas tersebut dikerjakan oleh dua orang, mereka hanya mengeluarkan kemampuan 93 persen dari kekuatan individunya. Begitu juga ketika satu pekerjaan dilakukan bertiga, masing-masing mereka hanya mengeluarkan kemampuan 85 persen. Mengapa demikian? Sains menyebut hal demikian dengan efek kemalasan sosial. Efek ini terjadi ketika usaha individu tidak kelihatan langsung dan bercampur dalam kelompok.

Suatu ketika, di satu sesi kelas kuliah Master kami, seorang Doktor, dosen Manajemen, melontarkan pertanyaan tentang hal yang hampir sama kepada kami. “sebagai Pegawai, berapa persen kah kemampuan terbaik yang kalian keluarkan di tempat kerja,?” Tanya nya. Dan dengan setengah menebak, dia pun menjawab pertanyaannya sendiri, seolah-olah mengerti akan kebenaran tentang kami. “paling dua puluh persen”, tawarnya. Lalu aku pun dengan enteng, tanpa beban, mengatakan bahwa dia salah. Yang benar mungkin hanya 10 persen. Dia tertawa terbahak-bahak.

Lalu apakah ini karena efek kemalasan sosial ? bisa iya, bisa tidak.

Dalam teori kemalasan sosial, hal ini terlihat masuk akal. Karena, mengapa Anda harus memberikan kemampuan terbaik Anda jika dengan hanya mengeluarkan energi atau kemampuan setengahnya saja suatu pekerjaan bisa diselesaikan secara bersama-sama?. Mengapa Anda harus melakukan suatu tugas yang ringan, dengan mengeluarkan kemampuan terbaik Anda jika bayarannya rendah? Mengapa harus serius, jika masa depan tidak ada disana? (dua pertanyaan terakhir adalah tambahan dari saya).

Apakah anda merasakan hal tersebut di tempat Anda bekerja? Hal, dimana Anda tidak merasa mengeluarkan kemampuan terbaik anda.  Hal, dimana pekerjaan yang Anda kerjakan terlalu mudah buat anda. Hal, dimana Anda merasa ingin pekerjaan yang lebih menantang. Dan mengapa terjadi demikian? Sehingga pada titik paling ekstrim di lamunan Anda, Anda merasa tidak layak berada ditempat sekarang.

Apakah Anda berada di tempat dan bisnis yang salah?. Ataukah ini hanya efek kemalasan sosial belaka. Anda yang tau jawabannya.

 

This entry was posted by admin on Saturday, December 6th, 2014 at 7:48 am and is filed under persepsi . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

infopaytren.com
Categories