Energi adalah Faktor Utama Tingginya Kinerja, bukan waktu

“Energi adalah Faktor Utama Tingginya Kinerja, bukan waktu”

Begitulah pendapat Jim Loehr dan Tony Schwartz yang mengemukakan bahwa Energi merupakan Faktor yang lebih penting untuk meningkatkan kinerja daripada waktu. Karena setiap pemikiran, emosi dan prilaku kita membawa konsekuensi energi, baik atau buruk. Ukuran terpenting dalam hidup kita bukanlah seberapa waktu yang kita gunakan di dunia, tetapi lebih pada seberapa banyak energi yang kita investasikan dalam waktu kita. Dengan demikian Kita akan dapat berkinerja baik, sehat, dan bahagia bila Kita terampil mengelola energi Kita.

Jim Loehr dan Tony Schwartz melakukan pelatihan manajemen energi untuk menghasilkan kinerja tinggi, dan mereka telah melatih ribuan orang. Tantangan bagi kinerja tinggi adalah mengatur energi dengan lebih efektif dalam setiap dimensi yaitu dimensi fisik, emosional, mental dan spiritual. Ada empat prinsip manajemen energi untuk mengendalian proses manajemen energi ini. Keempat prinsip itu adalah:

  1. Prinsip 1: Keterlibatan penuh membutuhkan empat sumber energi yang berbeda namun terjalin satu sama lain yaitu fisik, emosional, mental dan spiritual;
  2. Prinsip 2: Kapasitas energi bisa berkurang karena terlalu banyak atau terlalu sedikit digunakan sehingga kita harus menyeimbangkan pengeluaran energi dengan memperbaharuinya secara berselang;
  3. Prinsip 3: Untuk membangun kapasitas energi, kita harus memacu diri hingga keluar dari ambang normal kita, berlatih dengan cara sistematis seperti yang dilakukan para atlit;
  4. Prinsip 4: Ritual energi yang positif – rutinitas rutinitas yang sangat spesifik untuk mengatur energi- adalah kunci keterlibatan penuh dan tingkat kinerja tinggi yang seimbang.

Prinsi dari keterlibatan penuh itu adalah memeliki energi yang optimal dalm konteks kinerja tinggi yaitu secara fisik bertenaga, secara emosional terhubung, secara mental terfokus, dan secara spiritual tearah.

Adapun prinsip-prinsip keterlibatan penuh itu adalah:

  1. Mengelola energi, bukannya waktu, adalah kunci kinerja tinggi.
  2. Keterlibatan penuh mensyaratkan pengerahan empat dimensi energi yang berbeda tetapi saling terkait : fisik, emosional, mental dan spiritual.
  3. Karena kapasitas energi berkurang akibat terlalu banyak atau terlalu sedikit digunakan, kita harus mempelajari cara menyeimbangkan pengeluaran energi dengan pemulihan energi berselang.
  4. Untuk mengembangkan kapasitas, kita harus memacu diri hingga melewati batas normal kita, dengan berlatih dalam cara sistematis yang sama dengan yang dilakukan para atlit.
  5. Ritual energi positif – rutinitas yang sangat spesifik untuk mengelola energi- merupakan kunci keterlibatan penuh dan kinerja tinggi yang seimbang.

Hambatan dalam keterlibatan penuh adalah kebiasaan-kebiasaan negatif yang menghalangi, mengalihkan, membuang-buang, mengurangi, menghabiskan, dan mencemari energi yang ada.

Dibawah ini merupakan ringkasan Prinsip-prinsip dari keterlibatan penuh yang diajarkan dalam pelatihan mereka:

  1. Mengelola energi, bukan waktu, sangatlah penting untuk mewujudkan kinerja tinggi. Kinerja ditentukan oleh kepiawaian mengelolan energi;
  2. Keterlibatan penuh adalah bentuk pengeluaran energi yang mampu menghasilkan kinerja terbaik;
  3. Keterlibatan penuh membutuhkan empat sumber energi berbeda namun terjalin satu sama lain yaitu energi fisik, emosional, mental dan spiritual;
  4. Kapasitas energi berkurang dikarenakan terlalu banyak digunakan atau terlalu sedikit digunakan, kita harus menyeimbangkan pengeluaran energi dengan memperbaharuinya secara berselang;
  5. Untuk membangun kapasitas, kita harus memacu diri hingga keluar dari batas normal, yaitu berlatih secara sistematis seperti yang dilakukan para atlit;
  6. Ritual energi yang posistif adalah kunci bagi keterlibatan penuh dan tingkat kinerja tinggi yang berkesinambungan;
  7. Energi fisik adalah sumber bahan bakar utama dalam kehidupan;
  8. Energi fisik didapat dari interaksi antara oksigen dan glukosa;
  9. Dua hal penting yang mengatur energi fisik adalah bernapas dan makan;
  10. Menyantap makanan bergizi tinggi sebanyak 4-5 kalori sehari dapat menjamin tersedianya glukosa dan unsur-unsur penting lainnya secara tetap dan teratur;
  11. Minum air sebanyak 64 ons sehari adalah faktor kunci dalam manajemen energi fisik yang efektif;
  12. Tidur normal memerlukan waktu 7-8 jam bagi hampir setiap orang;
  13. Pergi tidur lebih awal dan bangun lebih awal juga membantu mengoptimalkan kinerja;
  14. Dalam hal membangun kapasitas energi fisik, latihan berselang merupakan pilihan yang lebih efektif dibandingkan latihan terus menerus;
  15. Agar tetap terlibat penuh, kita harus berisitirahat untuk memulihkan diri setiap 90 – 120 menit;
  16. Kapasitas mental digunakan untuk menata hidup kita dan menfokuskan perhatian kita;
  17. Agar kita dapat tampil sebaik-baiknya kita harus mampu mengakses emosi-emosi positif dan menyenangkan, yaitu rasa akan kenikmatan, tantangan, pertualangan, dan kesempatan;
  18. Otot-otot kunci yang menggerakkan energi emosional yang positif adalah kepercayaan diri, pengendalian diri, keefektifan interpersonal, dan empati;
  19. Emosi-emosi negatif dapat menyelematkan kita pada satu kasus tertentu, tetapi sangat menguras energi dan membuatnya tidak efisisen dalam konteks kinerja;
  20. Kemampuan membentuk emosi-emosi positif pada masa-masa stres yang intens merupakan inti dari kepemimpinan yang efektif;
  21. Akses menuju otot-otot emosional yang dapat meningkatkan kinerja tergantung pada penciptaan keseimbangan antara melatihnya secara teratur dan memulihkannya secara berselang;
  22. Setiap kegiatan yang menyenangkan, memuaskan, dan menguatkan memberi suatu sumber pemulihan dan pembaharuan emosional;
  23. Otot-otot emosional seperti kesabaran, empati dan percaya diri dapat diperkuat dengan cara yang sama dengan memperkuat otot bisep dan trisep, yaitu memacunya hingga melewati batas –batas yang ada seraya mengikuti dengan pemulihan;
  24. Energi mental yang paling bermanfaat bagi keterlibatan penuh adalah optimisme yang realistis, yaitu melihat dunia apa adanya , tetapi selalu bekerja dengan positif untuk mencapai tujuan atau solusi yang diinginkan;
  25. Otot-otot pendukung utama energi mental antara lain visualisasi, bincang-bincang positif dengan diri sendiri, manajemen waktu yang efektif, dan kreatifitas;
  26. Mengubah-ubah perhatian secara mental memungkinkan bagian-bagian otak yang berbeda (kanan dan kiri) menjadi aktif dan menfasilitasi kreatifitas;
  27. Olahraga fisik dapat merangsang kapasitas kognitif;
  28. Kapasitas mental yang maksimum didapat dari keseimbangan antara pengeluaran   dan pemuihan energi mental;
  29. Ketika otot-otot mental mulai berkurang, kita harus membangun kapasitas mental secara sistematis dengan memacu diri hingga melewati batas-batas nyaman, kemudian memulihkan diri;
  30. Trus-menerus memberi tantangan kepada otak membuat kita terlindung dari kemunduran mental seiring bertambahnya usia;
  31. Dalam setiap  kehidupan kita, energi spiritual memberi dorongan untuk bertindak. Ia dapat menggerakkan semangat akan kasih sayang, ketekunan dan komitmen;
  32. Energi spiritual didapat dari keterkaitan dengan nilai-nilai terdalam dan tujuan diluar kepetingan pribadi;
  33. Karakter-keberanian dan pendirian untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai terdalam kita- adalah otot utama yang menguatkan energi spiritual;
  34. Otot-otot spiritual lain yang menjadi pendukung utama  adalah semangat akan kasih sayang, komitmen, integritas, dan kejujuran;
  35. Pegeluaran energi spiritual dan pemulihannya sangatlah terkait satu sama lain;
  36. Energi spiritual dapat dipertahankan dengn cara menyeimbangkan komitmen untuk mengutamakan tujuan diluar kepentingan pribadi dengan kepedulian diri yang juga memadai;
  37. Mengembangkan kapasitas spiritual membutuhkan kesediaan untuk keluar dari wilayah nyaman, seperti hal yang sama yang kita lakukan pada kapasitas fisik;

This entry was posted by admin on Tuesday, October 26th, 2010 at 3:35 pm and is filed under science . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply