Foto pre wedding

Saya tidak begitu menyukainya. Entah kapan munculnya, tiba-tiba generasi sekarang begitu menggilainya. Jika melihat begitu tergila-gilanya suatu pasangan yang akan menikah, sampai-sampai jika tidak melakukan foto pre wedding, pernikahan terasa kurang sempurna. Memalukan.

Pendapat saya mungkin sah saja buat saya, dan orang yang setuju dengan saya, karena kemungkinan besar Anda yang setuju dengan foto pre wedding juga akan menilai justru saya lah yang kuno. Dan semua sah-sah saja berpendapat.

Mengapa kuno! Karena semua palsu. Lihatlah bagaimana mereka bergaya, menampilkan action terbaik di depan kamera. Mendesign bungkus paling istimewa buat tubuh agar menghasilkan nuansa indah. Tanpang yang sangat minim pun akan disulap menjadi pesona yang memukau dengan arahan gaya dari sang pemotret. Latar belakang yang harus baru dan berbeda dari pasangan yang sudah pernah menggunakannya. Semua kepalsuan ini membuat saya sungguh mual dan  mau muntah. Dan setiap saya meihat foto pasangan pre wedding, terutama di acara pernikahan yang menampilkan foto prewedding  yang mereka anggap terbaik, saya mencoba memilih satu kata dari sekian banyak ungkapan yang pas buat hal itu… norak, katrok, ndeso, lebay….

Ingat jaman merebaknya situs Facebook.com. Sejak kemunculannya banyak digandrungi orang-orang. Dan ternyata sebagian besar hanya untuk menjadi ajang tebar foto-foto yang dianggap terbaik dan bersejarah  oleh penggunanya. Semua ingin diketahui oleh orang lain, dan dengan demikian mereka mencoba menampilkan semua sisi kehidupannya untuk diketahui orang lain, tanpa mau tahu efek negatif yang mungkin bisa saja menimpa mereka. Mungkin itulah salah satu sifat dasar manusia. Nah kegilaan foto pre wedding sepertinya setali tiga uang dengan ini. Hanya untuk ajang tampil tebar foto terbaik.

Seperti halnya kegilaan terhadap Blackbery yang hanya terjadi di Indonesia, konon kabarnya foto pre wedding juga hanya lazim terjadi di Indonesia, belum lagi kesalahan bahasa dalam penggunaan kata “foto pre wedding” . Negeri ini memang negeri yang penduduknya unik – jika tidak mau dikatakan bodoh atau naif.

Dan ternyata hari ini foto pre wedding menjadi lahan bisnis yang sangat menjanjikan. Jika Anda mengetahui tempat yang unik, atau ide foto yang unik, jangan sungkan-sungkan untuk menjualnya kepada orang bodoh yang akan melakukan foto pre wedding, siapa tau Anda akan mendapatkan tips yang menjanjikan.

Terakhir saya ingin bertanya, untuk apa foto prewedding? Anda tidak dijamin sukses dalam menjalani pernikahan hanya jika menghasilkan foto pre wedding dengan latar terbaik, dan dengan biaya yang tidak murah. Setahun setelahnya foto-foto tersebut hanya akan menjadi sampah yang akan ditumpuk di bawah meja tamu, dan saya akan bertaruh untuk setiap orang yang akan mengatakan kepada anda, “Foto preweding Anda adalah yang terbaik dan terindah” Dan saya curiga teman Anda yang tidak setuju dengan saya pun akan mencibir foto pre wedding Anda yang dipajang diruang tamu, dalam hati mereka mengatakan “sok cantik”.

 

 

 

This entry was posted by admin on Sunday, December 4th, 2011 at 9:01 am and is filed under persepsi . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply