Gigi, Japanese guys, dan serangan jantung

Suatu saat di “pedalaman” Kalimantan, tahun lalu, saya dan beberapa orang lainnya menjadi satu tim bersama dua orang Jepang lainnya, berada satu camp untuk suatu pekerjaan bersama.

Seminggu bersama-sama di “pedalaman”, selalu ada hal yang menarik dari si Jepang. Salah satunya adalah tentang kebiasaannya menyikat gigi sehabis makan.  Begitu melekatnya kebiasaan tersebut, sehingga di “pedalamanpun” mereka tidak menemukan alasan untuk meninggalkan kebiasaanya. Selalu setiap habis makan, mereka membersikan giginya, menggosoknya dengan menggunakan brus dan pasta bawaannya.

Lalu ketertarikan untuk mengangkat topik ini dan menulisnya pada artikel ini adalah ketika saya menemukan kenyataan yang mengingatkan saya pada si Jepang. Adalah dikantor ini, dari penghuni satu lantai yang mungkin berjumlah tidak kurang dari seratus orang, saya hanya menemukan tidak lebih dari 2 orang yang selalu menggosok giginya (siwak) setelah makan, dan tidak pernah menemukan satupun orang yang bersiwak sebelum solat atau ketika berwudhu.

Membersihkan gigi hampir saja diwajibkan untuk dilaksanakan sebelum sholat. Karna tidak mau memberatkan ummatnya, Rasulullah tidak jadi melakukannya. Sekarang banyak fakta yang mengatakan bahwa banyak kebaikan yang didapat jika membersihkan gigi.

Salah satunya , dari sebuah hasil penelitian yang dilakukan Howard Jenkins dari University of Bristol di Inggris, ia mengemukakan bahwa menyikat gigi dapat menghindarkan Anda dari penyakit jantung dan serangan stroke.

Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia, disebutkan lebih dari 17 juta jiwa setiap tahunnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Merokok, obesitas dan kolesterol tinggi adalah penyebab paling umum, tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa mengabaikan kesehatan mulut dan gusi juga dapat menjadi penyebab berikutnya.

Menurut penelitian tersebut, terdapat lebih dari  700 jenis bakteri yang berbeda dalam mulut manusia, Sebagian besar adalah bakteri tidak berbahaya, dan penting untuk kesehatan. Namun sebagian lainnya dapat menyebabkan penyakit serangan jantung dan stroke.

Bagaimana mungkin kita berharap, minimal, anak-anak kita, untuk menjadikan menggosok gigi sebagai karakter, jika kita tidak bisa menjadikan contoh hidup bagi mereka. Jadi, mari kita berubah, seperti si Jepang,  yang menjadikan hal yang kelihatan spele, menggosok gigi, sebagai karakter tanpa kompromi.

This entry was posted by admin on Monday, October 31st, 2011 at 8:31 pm and is filed under Kisah, testimoni . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

infopaytren.com
Categories