Jual Dunia, Belilah Akhirat

Barang siapa yang dapat berpikir dengan jernih akan terbayang pada dirinya surga yang bersih dan abadi, kelezatan yang tiada terputus, terwujudnya semua keinginan, dan kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terbersit di dalam hati manusia; kenikmatan yang tak pernah berubah dan tak pernah habis. Tidak ada artinya sejuta tahun atau seratus juta tahun, bahkan, jika manusia menghitung tahun yang ada dengan bilangan tak terhingga sekalipun, hitungan itu tak kan pernah habis. Kehidupan akhirat tak akan pernah berakhir.

Semua itu tidak akan diperoleh kecuali dengan mempergunakan umur ini dengan sebaik-baiknya. Umur seratus tahun tidak ada artinya. Lima belas tahun diantaranya adalah masa kanak-kanak dan kebodohan, tiga puluh tahun setelah tujuh puluh tahun-jika seseorang mencapai umur itu-adalah masa kelemahan fisik. Sebagian umur itu kita gunakan untuk tidur, sebagian lagi untuk makan, minum, dan mencari nafkah, sedangkan sisanya yang kecil kita gunakan untuk beribadah.

Pantaskah jika sesuatu yang abadi dibeli dengan yang sedikit? Mereka yang tidak bersegera terlibat perdagangan yang sangat menguntungkan ini, sungguh telah bertindak sangat bodoh dan tidak masuk akal. Pasti ada yang salah dengan keimanan mereka terhadap janji Allah yang pasti. Ilmulah yang dapat menunjukan kepada manusia jalan yang benar, mengantarkan mereka pada kebenaran, dan menghindarkan mereka dari kesesatan.

Imam Ibnu Al-Jauzy

This entry was posted by admin on Sunday, June 8th, 2014 at 4:22 pm and is filed under islam . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply