Maukah Kalian Masuk Surga Firdaus?

Kalian mengetahui (bahwa) kalian semua mengharapkan jalan ke surga Firdaus. Atau kalian tidak mengarapkan surga Fir’daus al A’la? Kalian semua tentu ingin mengetahui siapa penghuni surga Firdaus, apakah mereka itu dari kalangan para ulama’, atau para da’I atau…. Mungkinkah kalian menjadi penghuni surga Firdaus?

Jika Rasulullah telah bersabda kepada kalian, “Jika kalian meminta kepada Allah maka mintalah surga Firdaus yang paling tinggi” maka maknanya kalian bisa masuk surga Firdaus. Baik, apa saja sifat (calon penghuni surge Firdaus) tersebut? Sifat-sifat (mereka) telah disebutkan dalam surat al Mu’minun. Ada tujuh (7) sifat:

Sifat pertama:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (QS Al Mu’minun: 1)

Sifat Kedua :

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

(Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya, (QS Al Mu’minun: 2)

Dia mengetahui sedang berbicara dengan Allah, memikirkan apa yang dibaca di dalam sholatnya, menunaikan sholat sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi shollallahu ‘alahi wassallam. Bukan mereka yang jika mengerjakan sholat lalu memikirkan apa yang dikatakan si Fulan, apa yang dikerjakan saudaraku, apa yang dikerjakan anakku, apa yang dikerjakan bapakku. Tidak, (mereka) memikirkan sedang berbicara dengan Allahjalla wa ‘ala. Itulah orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya.

Sifat ketiga:

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, (QS Al Mu’minun: 3)

Apa itu laghwu? Yaitu sesuatu yang tidak ada faedahnya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Jika dia duduk dimajelis yang membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat baik dalam perkara dunia maupun akhirat maka ia berusaha untuk menganti pembicaraan yang bermanfaat. Karena dia dari perkara yang sia-sia berpaling. Ini lebih sulit dari yang sebelumnya. Sifat yang sebelumnya (yaitu khusyuk dalam sholat) sulit, (buktinya) kalian banyak berfikir dalam sholat. (Sifat) yang berikutnya ini lebih sulit, (yaitu sifat) menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna‎.

 

Sifat keempat:

وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ

Dan orang-orang yang menunaikan zakat, (QS Al Mu’minun: 4)

Manusia mencintai harta, sehingga zakat sulit (bagi mereka).

 

Sifat kelima:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, (QS Al Mu’minun: 5)

Walau dikatakan hal tersebut nikmat, dikatakan banyak wanita cantik. Meskipun demikian dia menjaga kemaluannya. “Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki ; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al Mu’minun: 6-7)

Sifat keenam :

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (QS Al Mu’minun: 8)

Tidak mengakhirkan pekerjaan. Tidak mengurangi  tugas dan pekerjaan yang telah diwajibkan atas kalian. Ini adalah amanah dan janji. Janjimu dengan pemerintah supaya kamu menepatinya. Jika engkau masuk didalamnya maka ada keuntungan, ada (juga) perjanjian dan syarat-syarat. Jika engkau mengambilnya berarti engkau mampu, maka engkau harus menunaikan amanat tersebut dan perjanjian-perjanjiannya supaya kalian bisa menjadi penghuni surga Firdaus yang paling tinggi.

 

Sifat ketujuh:

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Dan orang-orang yang memelihara sholatnya. (QS Al Mu’minun: 9)

Maka dengan demikian ada tujuh sifat. Kalian ingin masuk surga Firdaus yang paling tinggi? Itu hak kalian dengan syarat kamu mengerjakan amal-amal tersebut: beriman, khusyuk dalam sholat, berpaling dari yang sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kemaluan, menjaga amanat dan janji, dan menjaga sholat.

Saya berharap Allah menjadikan kita golongan tersebut. Saya berharap Allah mengangkat derajat kita di SurgaNya. Saya memohon kepada Allah agar memperbaiki keadaan kaum muslimin dan mengembalikan mereka kepada agamanya dengan sebaik-baik pengembalian.

penulis : Syaikh Dr. Sa’ad Asy Syitsry

sumber : www.ukhuwahislamiah.com

 

This entry was posted by admin on Monday, November 17th, 2014 at 6:47 am and is filed under islam . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

infopaytren.com
Categories