Nasionalisme Itu Disini

Besok adalah hari kemerdekaan Negara yang tercinta ini. Negara Republik Indonesia. Ternyata sudah berumur 70 tahun, cukup tua untuk ukuran umur manusia. Tapi mungkin tidak untuk ukuran sebuah negara. Jika manusia pada umur 70 tahun dihormati dengan segala gelar, jasa, kemandirian, kehormatan  yang melekat padanya dirinya, apakah demikian juga hal nya dengan negara ini?.

Jika mempertanyakan   jasa, kemandirian, kehormatan   suatu negara adalah hal yang terlalu jauh dan berat, dan membutuhkan kapasitas seorang pakar yang hebat, kiranya mari kita berkomentar tentang hal yang ringan, misalnya tentang manifestasi nilai nasionalisme.  Nilai nasionalisme yang dimanifestasikan dalam kegiatan sesaat, pada puncak perayaan kelahiran bangsa ini,  dari mengibarkan bendera di ujung gunung tertinggi, mengendarai moge di jalanan tol yang bukan tol, hingga lomba karaoke tingkat RT hingga larut malam, yang dianggap sebagai bentuk ungkapan nasionalisme.

Apa yang didapat dari menancapkan bendera di ujung gunung tertinggi, mengendarai moge di jalanan tol yang bukan tol, lomba karaoke hingga larut malam, selain hanya, kebanggaan semu, kesombongan yang nyata dan Nasionalisme yang salah kaprah? Alih alih membuang-buang waktu, energy, uang dan mengganggu sebagian banyak orang lainnya yang masih memiliki rasionalitas berpikir.

Harry Rubenstein, seorang kurator dari Amerika, mengatakan bahwa perayaan Hari Kemerdekaan adalah suatu bentuk idealisme dari  cita-cita demokrasi, kebebasan dan kebahagiaan bagi siapa saja yang percaya akan perkara”semua manusia diciptakan sama.” Disamping hari untuk mengingat dan menghormati orang-orang pertama yang membuat pengorbanan bagi  sebuah negara.

Nasionalisme itu perlu dan harga mati. Nasionalisme itu ada disini (dihati). Cukuplah tancapkan saja bendera merah putih di pintu rumah Anda, walaupun lusuh, dengan tiang yang tidak begitu tinggi. Sempatkan menghormatinya beberapa detik di pagi hari kemerdkaan, sambil mengingat jasa-jasa para pendahulu negeri ini yang berjuang dengan darah, pikiran dan airmata mereka, lalu doakan mereka, doakan negeri ini.

Derajat Wanita Dalam Islam

Dialog ini sudah beredar banyak di kalangan online. Isinya sangat menarik dan mudah untuk dipahami tentang betapa islam menempatkan wanita begitu tinggi derajatnya.

Seorang pria Inggris datang kepada seorang Sheikh dan bertanya:

Englismen (E):  Mengapa tidak diperbolehkan dalam Islam bagi perempuan untuk berjabat tangan dengan seorang pria?

Sheikh (S):        Dapatkah Anda berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?

E:      Tentu saja tidak, hanya ada orang- orang tertentu yang bisa berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth

S :     Wanita kami adalah ratu dan ratu tidak berjabat tangan dengan laki-laki asing.

E :     Mengapa gadis-gadis muslim menutupi tubuh mereka dan rambutnya?

Sheikh tersenyum dan mengambil dua permen, ia membuka yang pertama dan yang lain dibiarkan terbungkus. Dia melemparkan keduanya di lantai berdebu dan bertanya pd orang Inggris itu:
Jika saya meminta Anda untuk mengambil salah satu permen,mana yang akan Anda pilih?

E:      Tentu saja yang tertutup.

S:      Itulah cara kami melihat wanita di islam.

Dengan pakaian menutupi aurat, derajat perempuan islam lebih baik daripada tidak tertutup.

 

Ahadi Selvana : Cerdas, Intuisi, Spiritualitas, Analitis, Soliter, Rahasia

Jika ditanya arti nama Anda? Adakah Anda tahu maknanya, ketika Anda tidak sempat mengetahui mengapa orangtua Anda memberi nama Anda seperti itu. Atau Anda ingin mengetahui karakter Anda atau orang lain dibalik sebuah nama? Cobalah iseng ketik nama Anda di http://www.meaningorigin.com dan temukan makna dan karater Anda di balik nama Anda.

Saya sudah mencobanya, dan inilah hasilnya:

Ahadi Selvana:

Ruling Planet: Neptune 
Colors: Green
Gemstones: Moonstone 
Qualities: Philosophical, Spiritual 

Nama ini memiliki karakter-karakter:
Cerdas, intuisi, spiritualitas, analitis, soliter, rahasia

Angka kehidupan Ahadi Selvana adalah  7. Angka 7 adalah orang-orang yang tanpa kenal lelah, original, memiliki intelektual yang selalu siap untuk menganalitis dirinya sendiri dan lingkungannya.

Seorang filsuf :  Tertarik dalam banyak hal dan selalu siap untuk pengalaman baru. Melakukan perjalanan dan belajar banyak hal adalah hal yang ingin dilakukan jika memiliki kesempatan. Selalu mencoba untuk menemukan waktu untuk berpikir dalam keheningan dan kesendirian. Lebih condong ke introvert dari pada ekstrovert.

Memiliki intuisi yang kuat dapat bermanfaat untuk diri sendiri! Kadang-kadang reaksi spontan bekerja lebih baik daripada reaksi yang didahului oleh berpikir.

Persahabatan terbentuk secara perlahan. Ketika  persahabatan itu telah terbentuk maka akan menjadi seumur hidup.

Loyalitas, kesabaran dan kemurahan hati adalah hal-hal yang bisa didapat oleh teman-temannya.  Ia tidak hanya seorang pembicara yang baik tetapi juga seorang pendengar yang fantastis. Namun  Ia benci pembicaraan spele yang sia-sia. Jika Anda percaya pada sesuatu, Anda siap berjuang untuk meraihnya.

Cenderung terlalu kritis, bahkan mungkin sering menetapkan tujuan terlalu tinggi dalam berusaha mencapai kesempurnaan. Bila tujuan tersebut  tidak tercapai Ia  mudah frustrasi. Kemudian Ia akan mengganggu lingkungan dengan aksi diam. Kadang-kadang Ia terlalu mengambil risiko menjadi seorang penyendiri. Jika Ia  memiliki sesuatu yang dipikirkan dengan baik dan telah siap untuk diungkapkan, Ia bisa sangat keras kepala tentang hal itu.

Angka tujuh memiliki fokus dan keyakinan yang kuat.

7 Kesalahan Besar Tentang Pengelolaan Uang

Semua orang ingin mengumpulkan uang dari penghasilan yang mereka terima. Namun sayangnya, banyak orang membuat kesalahan dalam pengelolaan uang yang menyebabkan mereka tetap saja tidak bisa menabung,  tidak bergerak kemanapun.  Anda mungkin merasa cerdas secara finansial, tetapi Anda mungkin saja salah. Ulasan berikut bisa membuka mata Anda terhadap hal-hal yang bisa menghabiskan uang Anda, dan Anda membuat kesalahan tentang uang.

  1. Kehilangan Uang Karena Selisih Bunga Bank

Anda memerlukan cadangan dana tunai untuk keadaan darurat, sehingga, Anda pasti perlu menyimpan uang di rekening tabungan Anda, untuk jaga-jaga. Namun, ketahuilah jika Anda membayar 15-20% bunga kartu kredit Anda sementara Anda hanya mendapatkan 1,25% dari tabungan, Anda jelas kehilangan uang dari selisih bunga itu. Jadi setelah Anda menabung cukup uang untuk jaga-jaga, pastikan untuk mulai membayar kartu-kartu kredit hingga lunas.

  1. Membeli Baru yang Second

Membeli sesuatu yang baru mungkin membuat Anda merasa nyaman dan hebat, tapi kadang hal itu sering membuat tidak masuk akal. Mobil, misalnya, langsung terdepresiasi setelah keluar dari dealer. Ketika Anda bisa membeli mobil yang baru digunakan  satu tahun, Anda bisa berhemat banyak uang dengan signifikan.

  1. Menjadi “Gadget Addict”

Membuang-buang waktu untuk mencari dan membeli gadget  terbaru, adalah cara membuang uang terbesar paling banyak dilakukan orang. Menjadi orang yang selalu pertama dalam mendapatkan gadget adalah hobi yang mahal. Hanya dengan menunggu beberapa bulan Anda akan mendapatkan produk yang sama dengan harga lebih murah.

  1. Maniak barang branding

Tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan sebuah barang bemerek ketika Anda bisa mendapatkan barang yang hampir sama hanya dengan mengeluarkan sedikit uang. Obat generik memiliki bahan yang sama persis dengan obat bermerk lainnya, tapi dengan harga yang jauh lebih murah. Pikirkan itu.

  1. Membeli buku-buku

Mengapa harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan sebuah buku ketika Anda bisa mendapatkannya di perpustakaan dengan gratis? Ini mungkin terdengar sedikit kuno tapi perpustakaan bernar-benar berada disekitar Anda! Dan perpustakaan ditempat Anda memiliki berton-ton buku, atau jika Anda tidak menemukan perpustakaan, Anda bisa mendapatkan banyak buku secara digital dengan gratis.

  1. Tidak berinvestasi pada rencana pensiun

Jika Anda seorang pegawai atau karyawan sebaiknnya Anda mengikuti program-program pensiun yang ditawarkan oleh bank. Keuntungannya tidak hanya untuk memenuhi jaminan dana kesejahteraan hari tua namun dapat digunakan untuk membeli rumah, mobil , naik haji, berlibur, dll. Diluar negeri program pension ini bebas dari pajak. Semoga di Indonesia dimasa depan juga begitu.

  1. Mengeluarkan uang untuk air dalam kemasan

Air dalam kemasan memang membuat kita nyaman; tetapi biaya yang kita keluarkan untuk mendapatkan air tersebut terus saja naik. Beli lah botol air minum sendiri dan isilah sendiri. Hal Ini tidak hanya baik bagi  lingkungan, tapi juga akan menghemat uang Anda.

Inspirasi newszoom.com

Mengenal Biopori Dan Manfaatnya  

Artikel ini di copas dari http://resapanbiopori.blogspot.com/. Dengan maksud berbagi kebaikan bagi kita semua, artikel ini diposting ulang disini.

Banyak diantara masyarakat yang belum memahami pengertian biopori dan apa manfaatnya. Dengan membaca artikel ini, anda akan mengetahui pengertian biopori dan manfaatnya dan selanjutnya diharapkan anda mempraktekkannya.

Pengertian Biopori adalah lubang atau rongga di dalam atau diatas permukaan tanah yang terbentuk secara alami atau buatan. Secara alami, biopori terbentuk akibat adanya gerakan akar tanaman atau fauna tanah seperti rayap, semut, cacing dan lain-lain. Sedangkan secara buatan, biopori dibuat dengan menggunakan suatu alat dengan kedalaman antara 80 cm – 100 cm dan diameter 10cm  – 30 cm.

Selain mengetahui pengertian biopori, anda harus memahami juga maksud dibuatnya lubang tersebut. Maksud dibuatnya lubang biopori adalah untuk menjadi lubang resapan air hujan sehingga air hujan dapat meresap kembali ke dalam tanah. Selain itu dengan adanya biopori maka tanah mampu memperbesar daya tampungnya terhadap air hujan yang masuk ke dalam tanah, mengurangi genangan air di permukaan tanah, dan pada akhirnya mengurangi volume limpahan dan aliran air hujan ke saluran atau sungai.

Tidak sulit jika kita ingin membuat biopori secara buatan. Dapat menggunakan alat biopori yang manual atau mesin. Jika menggunakan alat manual, memang membutuhkan tenaga yang cukup besar, tetapi jika menggunakan mesin maka lubang biopori dapat dikerjakan lebih mudah dan cepat. Setelah lubang terbentuk selanjutnya di dalamnya dapat dimasukkan  sampah organic berupa daun-daunan atau sisa makanan.

Secara teknis lubang biopori sebaiknya dibuat dengan kedalaman 80-100 cm dan diameter 10-30 cm. Hal tersebut dimaksudkan agar organisme pengurai atau mikroorganisme dapat bekerja dengan optimal dalam menguraikan sampah organic atau dedauanan tersebut. Akibat dari adanya aktifitas dari organism pengurai tersebut menghasilkan pupuk yang berguna sebagai nutrisi tanaman dan menyuburkan tanah.

Setelah anda mengetahui pengertian biopori dan manfaatnya dan selanjutnya anda membuatnya di halaman atau sekitar rumah, maka apa yang anda lakukan setidaknya merupakan satu upaya mengatasi banjir yang dimulai dari rumah sendiri karena hal tersebut dapat membantu mengurangi aliran air yang mengalir ke jalan-jalan atau gang dan secara tidak langsung dapat mengurangi terjadinya banjir karena volume air hujan berkurang akibat terserap ke dalam tanah melalui lubang biopori tersebut. Selain itu, kualitas dan kesuburan tanah  akan menjadi lebih baik serta dapat menjaga ketersediaan air tanah.

Untuk mengenal biopori lebih jauh anda bisa lihat blog berikut resapanbiopori.blogspot.com

Profesi Yang Dianjurkan Nabi  

Nabi Muhammad SAW Pernah Bersabda, dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

“Tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Iri adalah termasuk perbuatan dosa yang sangat dilarang dalam islam. Jika iri itu diperboleh kepada suatu hal, berarti sesuatu hal tersebut adalah hal yang luar biasa. Karena dua hal itu adalah pengecualian terhadap sesuatu yang jika disifatkan “iri” kepadanya akan berdanpak negative dan merugikan.

Dua hal itu adalah Orang yang dianugrahkan harta alias orang kaya yang dermawan, dan orang yang berilmu lalu mengajarkannya.   Dua profesi dengan syarat tertentu. Orang kaya tapi harus dermawan, orang berilmu tapi mengajarkannya.

Lalu siapa saja yang bisa menjadi orang kaya dan orang berilmu. Orang yang bisa menjadi kaya adalah pengusaha dan atau investor. Seperti Robert T Kiyosaki katakan, bahwa orang yang kaya hanya bisa diraih ketika mereka berada di kuadran Investasi dan Bisnis, bukan ketika Anda berprofesi sebagai pegawai atau karyawan apalagi pengangguran.

Kemudian profesi yang kedua yang patut diirikan adalah orang yang berilmu. Siapa mereka? Mereka adalah yang berprofesi sebagai guru atau pengajar (secara umum) tentunya yang dimaksud dalam ilmu disini adalah ilmu agama yang utama dan ilmu lainnya yang membuat manfaat bagi umat manusia.

Pesannya adalah, ketika Anda mengarahkan anak-anak Anda untuk mencapai cita-citanya, atau Anda sendiri sedang menentukan cita-cita sendiri,  Arahkanlah untuk menjadi seorang yang kaya tapi dermawan atau orang yang berilmu dan mengajarkan, yaitu seorang pebisnis atau pengajar, atau dua-duanya.  Dua profesi yang tidak popular bagi kebanyakan orang, dan sering kita alpa untuk dianjuurkan kepada anak-anak kita.

Wallahu a’lam

 

Kita Dikumpulkan Bersama Orang Yang Kita Cintai

Jika syarat utama masuk ke dalam surga adalah kualitas dan kuantitas amal, entah berada di tingkat mana kita berada. Bahkan, amat kecil kemungkinan bagi kita yang sedikit dan kurang berkualitas amalnya untuk layak mendapat jatah menghuni tempat penuh kenikmatan itu.

Pasalnya, jika dibandingkan, amalan kita dengan para pendahulu umat ini ibarat setetes air dari jarum di tengah luasnya samudra. Amat tak layak dibandingkan, sebab mereka telah naik ke atas langit ke tujuh, sementara kita justru masih sibuk di lapisan bumi ke tujuh. Menyedihkan!

Kesedihan inilah yang dialami oleh sahabat Anas bin Malik Ra. Sosok yang lama menemani dan menjadi pelayan Nabi ini mengalami kesedihan mendalam sebab mengingat amalan beliau jika dibandingkan dengan Rasulullah Saw, Abu Bakar ash-Shidiq dan Umar bin Khaththab.

Namun, ketika mendengar sebuah hadist amat mulia dari Rasulullah Saw, ia langsung merasa sumringah; bahagia tak terkira. Katanya penuh keyakinan, “Seandainya ada yang mau menukar hadits ini dariku dengan sepenuh bumi berisi emas, aku tak akan memberikannya,”

Hadits apakah yang dimaksud oleh sahabat yang diriwayatkan memiliki 100 lebih keturunan ini? Salim A. Fillah mengutipnya untuk kita dalam Lapis-Lapis Keberkahan, sebagai berikut:

Suatu hari datanglah seseorang kepada Rasulullah Saw. Orang tersebut melempar tanya, “Ya Rasulullah,” katanya memulai, “kapankah Hari Kiamat tiba?” Tak berikan jawaban, Rasulullah Saw justru balik bertanya, “Apa yang sudah kamu siapkan untuk menghadapinya?” Meski merasa tak memiliki apa pun sebagai persiapan, lelaki itu menjawab, “Tidak ada.” Kecuali, lanjutnya, “Bahwa aku mencintai Allah Swt dan Rasul-Nya.”

Mendengar jawaban sang lelaki, Utusan Allah Swt yang palng mulia ini menjawab sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, “Engkau akan bersama dengan siapa yang engkau cintai.”

Selepas mendengar hadits ini, kemudian mengatakan bahwa ia tidak akan menukarnya dengan bumi berisi sepenuh emas sekalipun, anak Malik bin Nadhr ini melanjutkan tafsirannya, “Karena ibadahku, shalatku, puasaku, sedekahku, manasikku, jihadku, dan seluruh amalku,” katanya, “tidak ada seujung kuku jika dibandingkan dengan amalan Abu Bakar ash-Shidiq dan Umar bin Khaththab,” apalagi, lanjutnya, “jika dibandingkan dengan amalan Rasulullah Saw.”

Tanpa berpanjang kalam, mari berkaca dalam-dalam. Sungguh mustahil bagi kita untuk menyaingi mereka dalam kualitas dan kuantitas amal. Amat tak mungkin bagi diri-meski telah lakukan semuanya-untuk bersanding dengan mereka.

Tetapi, selayak gembiranya Anas bin Malik, kita juga amat patut bergembira. Sebab, kata Anas lagi, “Tetapi sungguh,” ujarnya mantap, “Aku sangat mencintai mereka.”

Cinta. Itulah kuncinya. Mencintai mereka dengan tulus dan mengerahkan seluruh kemampuan untuk meneladaninya. Semoga Allah Swt mengumpulkan kita dengan mereka; orang-orang mulia yang kita cintai: Rasulullah Saw dan sahabat-sahabatnya.

Sumber: http://kisahikmah.com

 

Cukuplah Cincin Batu Menjadi Bukti Kebaikan Anda

Bukan karena ingin ikut-ikutan mengomentari  booming cincin batu akik, tulisan ini muncul. Kalaupun iya, biarlah ia menjadi penyeimbang tulisan lain yang dianggap tidak memihak penyenang batu akik.  Karena tidak sedikit tulisan yang membahas tentang fenomena ini dan memunculkan istilah-istilah baru terkait dengan booming batu akik, ada yang pro dan kontra,  sebut saja satu istilah “kegoblokan kolektif”.  Sekilas pikir “kegoblokan kolektif” adalah orang-orang goblok yang mengajak orang atau membuat orang lain menjadi goblok dengan batu (bagaimana menurut Anda)?.

Setidaknya ada tiga dimensi terkait batu cincin ini, yaitu dimensi seni, ilmu dan syariat. Seni dimaksud adalah keindahan, yang mengerti batu akan paham ketika sebuah batu cincin memiliki nilai keindahan melalui warna, serat, pantulan sinar dan kelangkaannya. Dari segi ilmu jangan ditanya, batu memiliki tingkat kekerasan yang berbeda yang membutuhkan alat tertentu untuk pengukurannya, batu memiliki struktur yang beragam, jenis yang banyak dan hal itu tidak banyak orang dengan mudah untuk mengetahuinya. Semakin sebuah batu dianggap indah dan langka, semakin tinggi harganya. Dari segi syariat, untuk diketahui bahwa nabi Muhammad SAW juga memakai cincin, dan sebagian ulama fikih memberi fatwa termasuk Sunnah memakai cincin (asal jangan cincin emas). Lalu jika Anda tidak menyukai cincin batu, layakkah Anda men-justifikasi aneh orang-orang yang senang dengan batu cincin?.

Oke. Mari berpindah ke pertanyaan yang lain. Mengapa Anda memakai cincin batu (akik, mulia atau batu apapun)?. Atau bagi Anda yang tidak tertarik menggunakannya, pertanyaan berubah menjadi, mengapa orang-orang “gila” (senang) cincin batu?.

Menurut hemat saya, Anda sah-sah saja untuk mulai menyukai cincin batu ini, baik itu Anda baru pemula (ikut-ikutan), ataupun Anda “penggila” batu, yang penting jangan berlebihan, karena segala yang berlebihan adalah teman syetan. Tidak berlebihan berarti hanya memiliki satu atau dua atau tiga saja, mengoleksi nya dalam jumlah banyak bukan saja menghabiskan uang Anda, tapi Anda akan terjebak pada kepuasan tanpa batas dan kesombongan. Ujung-ujungnya anda menjadi teman syetan.

Dan yang paling penting dari semuanya adalah Anda jangan percaya pada adanya kekuatan magis atau manfaat apapun dari batu cincin tersebut. Anda akan terjerumus kedalam syirik, dan hal itu sangat keras larangannya dalam islam. Luruskan lagi niat anda jika memakai cincin batu. Misalnya Anda akan terlihat lebih “jantan” jika memakai cincin batu. Terlihat lebih “jantan” jauh lebih baik daripada terlihat metropolis, bukan?. Atau, dengan memakai cincin batu, Anda ingin mengikuti Sunnah nabi. Dan bagi saya, cukuplah memakai cincin batu diniatkan untuk menjadi tambahan saksi atas kebaikan-kebaikan yang dilakukan. Seperti bersaksinya tanah yang Anda injak ketika Anda melangkah kemesjid, atau seperti butiran tasbih Anda bersaksi ketika Anda berzikir.

Wallahu a’lam

 

Diet Mudah Dan Efektif Cara Nabi S.A.W

Konsep penyembuhan dan menjauhkan diri dari penyakit sebetulnya sudah dikenal zaman para nabi. Nabi Muhammad SAW juga telah banyak mempraktekkan bagaimana seseorang harus menjaga keseimbangan (pola makan, ativitas dan istirahat) dalam mempertahankan eksistensinya di bumi agar terhindar dari penyakit.

Dalam Musnad Ahmad dan sejumlah kitab lain diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :Tidak ada wadah yang lebih buruk yang dipenuhi oleh manusia selain perutnya. Dia sebenarnya hanya membutuhkan beberapa suap untuk menopang hidupnya. Karena itu, perut perlu dibagi menjadi tiga bagian ; sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara’ (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim dan Ibu Hibban)

Namun dalam kenyataannya, banyak diantara umatnya yang ketika makan melampaui batas. Misalkan, tidak sedikit dari kita yang kelelahan dan badan menjadi lemas setelah makan, mirip dengan kondisi sebelumnya, yakni saat perut kosong (lapar).

Padahal, dalam sebuah riwayat Imam Syafi’i pernah mengatakan” Saya tidak pernah kenyang selama sepuluh tahun kecuali sekali saja, karena kekenyangan akan mengakibatkan tubuh menjadi berat, hati keras, mengurangi kecerdasan, membuat ngantuk, serta melemahkan pelakunya serta mendorong untuk malas beribadah (lihat Adab Asy-Syafii, oleh Ibnu Hatim Ar Razi serta Hamizh-nya (catatan pinggir), hal 106.

Dalam dunia kedokteran, bahasan tentang asupan makanan juga telah banyak disinggung. Misalkan terdapat penelitian di bidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit. Disebutkan, makan yang baik adalah mengkonsumsi makanan dengan jumlah nutrisi yang cukup dan bukan dalam jumlah yang banyak. Apalagi, ketika asupan nutrisi dan gizi minim pola aktivitas tubuh juga kurang memadai.

Namun, bila saja penyakit sudah terlanjur datang, makan usaha untuk menyembuhkannya harus tetap dilakukan. Yang perlu dipahami bahwa kondisi sakit bukanlah sebagai sebuah takdir Alloh kepada hambanya. Takdir Allah bisa dirubah dengan upaya (usaha) dan doa. Dan dalam konteks upaya penyembuhan penyakit, Rasulullah banyak meninggalkan rekam jejak yang patut diteladani. Selain anjuran untuk makan secukupnya, nabi juga pernah menganjurkan sebuah pengobatan yang dikenal dengan Thibbun Nabawi.

Dengan keterbatasan pengetahuan tentang obat-obatan yang dimiliki nabi, tentu saja pengetahuan dari Ilahi diturunkan kepada Nabi yang mulia, Muhammad SAW. Misalkan ketika Nabi menganjurkan kepada seorang pengikutnya agar meminum Madu saat terkena Diare. Nabi pun pernah melalukan kebiasaan meminum madu (yang dicampur dengan air) dan diminum saat perut kosong.

Dalam sebuah riwayat Ibnu Majah dari hadist Abu Hurairah”Barangsiapa meminum tiga sendok madu dalam tiga pagi saja setiap bulan, niscaya tidak akan terkena penyakit”.Riwayat lain menyebutkan”manfaatkanlah dua jenis penyembuhan; madu dan Al-Quran).Hadist yang terakhir merupakan kombinasi penyembuhan jasmaniah dan ilahiyah.

Sumber :www.suaranews.com

Data dan Hilangnya satu Kementerian

Pada suatu waktu, ketika awal-awal kementerian kehutanan dan kementerian lingkungan hidup disatukan menjadi kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, seorang dosen master bertanya kepada mahasiswa kelas malamnya ”mengapa kementerian ini digabung?” Sang anak-anak didiknya, yang notabenenya banyak bekerja di salah satu kementerian bersangkutan menjawab “tidak tahu”. Dan jawaban itulah yang umum keluar dari setiap orang, ketika ditanya hal yang sama, terutama orang yang ditanya adalah yang berkepentingan atau berkaitan dengan kedua kementerian tersebut.

Mengapa kementerian ini digabung? Mengapa namanya-yang bagi sebagian orang- tidak mencerminkan dan sesuai dengan besarnya fungsi salah satu kementerianya? Anda sah-sah saja menjawab asal-asalan karena mungkin Anda tidak terkait langsung dengan subyek atau obyek pertanyaan. Seperti kedengaran asal-asalanya seorang pejabat setingkat esselon dua di tempat saya bekerja memberikan jawabanya, “anggap saja mereka salah ketik”.

Rasanya sulit untuk percaya jika mereka, tim penyusun kabinet periode ini (2014-2019), dalam hal ini tim transisi, yang diketuai oleh Sdri Rini Soemarno, asal-asalan melakukan pengabungan kementerian ini. Mereka pasti punya setidaknya satu landasan atas kebijakan yang dibuat. Karena mereka yang ada disana bukan “orang-orang sembarangan”. Masalahnya bisakah kita, atau Anda setidaknya menebak dasar apa dibalik itu? Sekali lagi silakan berspekulasi. Saya punya satu teori tentang hal ini, bukan berkaitan dengan sang presiden, bukan juga tendensius, yaitu masalah “data”.

Data menggambarkan sebuah representasi fakta yang tersusun secara terstruktur. Selain deskripsi dari sebuah fakta, data dapat pula merepresentasikan suatu objek dan kejadian (Wawan dan Munir, 2006). Dan data jika diolah akan menghasilkan suatu informasi yang sangat berguna dan penting, seperti yang dikatakan oleh Wawan dan Munir selanjutnya,  bahwa “Informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) dengan lebih berguna dan lebih berarti. 

Data dan informasi seringkali dijadikan dasar oleh seseorang dalam membuat keputusan. Apalagi dalam membuat keputusan penting, dengan keterbatasan pengetahuan si pembuat keputusan terhadap persoalan yang sedang dihadapi, data dan informasi menjadi hal yang paling membantu sebagai senjata pamungkas.

Bukannya Saya tidak punya dasar atas argumen tentang masalah data ini. Setidaknya ada beberapa mahasiswa Master dan Doctor yang saya kenal, pernah mengeluhkan betapa terbatasnya data yang ada di salah satu kementerian ini. Dan betapa masih segarnya di ingatan saya, ketika beberapa tahun lalu, terkait kebijakan moratorium ekspor rotan, apakah akan dilanjutkan atau dihentikan, membutuhkan data untuk mendukung kebijakannya, kementerian ini tidak berdaya untuk menyediakannya. Mengapa masalah data ini dianggap belum begitu penting?

Jadi apakah Anda setuju dengan kesimpulan, bahwa boleh jadi ketika mereka (pembuat kebijakan penggabungan kementerian ini) tidak menemukan data dan informasi untuk mengetahui betapa pentingnya eksistensi kementerian ini, lalu mereka jadi “salah” dalam membuat kebijakan?.

Dan pertanyaan terakhirnya, siapakah yang disalahkan?

 

Data pendukung:

Wawan. dan Munir. (2006). Pengantar Teknologi Informasi: Sistem Informasi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

 

 

infopaytren.com
Categories