Personal Branding-kan Diri Anda

Personal Branding sangat perlu bagi diri Anda, apalagi zaman ini dan kedepannya, tidak bisa ditawar lagi. Setidaknya itulah kesimpulan penulis ketika menghadiri suatu acara mentoring dari pembicara Amalia E. Maulana Phd. Seorang konsultan Brand dan pakar Etnography Marketing.  

Personal Branding adalah suatu aktifitas memasarkan diri sendiri dan karier sebagai sebuah merek. Istilah personal Branding ini diduga pertama kali dipopulerkan oleh Tom Peters. Banyak orang yang memaknai sempit tentang Personal Branding, Namun Amalia dalam bukunya yang berjudul “Personal Branding” membuat klarifikasi Personal Branding lebih luas sebagai berikut :

  • Personal Branding itu bukan hanya untuk artis atau tokoh penting, tapi semua orang perlu mengelola Brand-nya.
  • Personal Branding itu bukan pencitraan semu, melainkan pencitraan tulus, Genuine.
  • Personal Branding itu tidak perlu mengubah diri menjadi orang lain, tapi jadilah diri sendiri.
  • Personal Branding itu bukan hanya seputar kemasan, tetapi lebih dari itu –VALUE diri.

Jadi, ketika Anda sedang membangun reputasi dan kepercayaan terhadap audience Anda, ketika Anda sedang membentuk persepsi stakeholder dari waktu kewaktu, Ketika ada suatu impresi yang muncul di benak orang lain tentang Anda, Ketika ada sekumpulan cerita tentang seseorang di mata stakeholder, ketika sekumpulan janji harus Anda penuhi, itulah Personal Branding. Intinya Personal Branding adalah segala hal positif yang teringat di benak orang lain tentang diri Anda, pekerjaan Anda, apa yang membuat Anda special, apa yang berkesan untuk mereka, dan tentang apa yang bernilai bagi mereka.

Personal Branding yang bagus itu adalah Personal Branding yang cemerlang. Personal Branding yang cemerlang adalah brand yang dikenal, yang dimengerti, yang disukai dan lalu dipilih, dipilih kembali, direkomendasikan kepada orang lain kemudian dibela dan dipertahankan. Dan ketika Anda telah memiliki Personal Branding yang cemerlang Anda akan menjadi pilihan pada setiap kesempatan yang ditawarkan.

Lalu siapa yang mengelola Personal Brand kita sendiri? Anda bisa menyewa Brand Manager jika mampu. Jika tidak Anda harus mengelola personal brand Anda sendiri. Dalam bukunya, Amalia memaparkan cara-cara mengelola Personal Brand yang cemerlang. Anda bisa membeli bukunya atau menghadiri seminar beliau untuk mengerti lebih lanjut tentang cara mengelola Personal Brand. Namun penulis akan menuliskan hukum Personal Branding yang perlu Anda ketahui sebagai penutup tulisan ini:

  1. Spesialisasi, Fokuslah pada satu atau dua keahlian tertentu.
  2. Leadership, Refleksi dari seseorang yang menguasai masalah dan juga refleksi dari kemampuan untuk menjadi panutan orang lain.
  3. Personality, Personal Brand seseorang dibangun dari kekuatan kepribadian nya dan bagaimana bisa mengatasi kekurangannya.
  4. Distinctiveness, Miliki kelebihan yang unik dan berbeda dari orang lain yang menawarkan hal yang sama.
  5. Visibility, Selalu muncul dan tampak kemampuannya di bidang yang ia tekuni.
  6. Unity, Satu kata antara perkataan dan perbuatan, konsisten dalam prilaku baik yang diekspose maupun yang tidak diekspose.
  7. Persistence, Konsisten, tidak mudah patah semangat dalam mengejar cita-cita.
  8. Goodwill, niat baik, dalam keadaan apapun.

Sumber: buku Personal Branding, karya Amalia E Maulana Phd

This entry was posted by admin on Saturday, April 16th, 2016 at 10:54 am and is filed under Manajemen . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

infopaytren.com
Categories