Profesi Yang Dianjurkan Nabi  

Nabi Muhammad SAW Pernah Bersabda, dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

“Tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Iri adalah termasuk perbuatan dosa yang sangat dilarang dalam islam. Jika iri itu diperboleh kepada suatu hal, berarti sesuatu hal tersebut adalah hal yang luar biasa. Karena dua hal itu adalah pengecualian terhadap sesuatu yang jika disifatkan “iri” kepadanya akan berdanpak negative dan merugikan.

Dua hal itu adalah Orang yang dianugrahkan harta alias orang kaya yang dermawan, dan orang yang berilmu lalu mengajarkannya.   Dua profesi dengan syarat tertentu. Orang kaya tapi harus dermawan, orang berilmu tapi mengajarkannya.

Lalu siapa saja yang bisa menjadi orang kaya dan orang berilmu. Orang yang bisa menjadi kaya adalah pengusaha dan atau investor. Seperti Robert T Kiyosaki katakan, bahwa orang yang kaya hanya bisa diraih ketika mereka berada di kuadran Investasi dan Bisnis, bukan ketika Anda berprofesi sebagai pegawai atau karyawan apalagi pengangguran.

Kemudian profesi yang kedua yang patut diirikan adalah orang yang berilmu. Siapa mereka? Mereka adalah yang berprofesi sebagai guru atau pengajar (secara umum) tentunya yang dimaksud dalam ilmu disini adalah ilmu agama yang utama dan ilmu lainnya yang membuat manfaat bagi umat manusia.

Pesannya adalah, ketika Anda mengarahkan anak-anak Anda untuk mencapai cita-citanya, atau Anda sendiri sedang menentukan cita-cita sendiri,  Arahkanlah untuk menjadi seorang yang kaya tapi dermawan atau orang yang berilmu dan mengajarkan, yaitu seorang pebisnis atau pengajar, atau dua-duanya.  Dua profesi yang tidak popular bagi kebanyakan orang, dan sering kita alpa untuk dianjuurkan kepada anak-anak kita.

Wallahu a’lam

 

This entry was posted by admin on Friday, April 17th, 2015 at 7:16 am and is filed under persepsi . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

infopaytren.com
Categories