Wanita seperti tulang rusuk

 

Menemukan fakta bahwa “wanita seperti tulang rusuk”, sangat mencerahkan. Kata “Mencerahkan” saya, bukan untuk maksud merendahkan atau melecehkan dikarenakan menemukan suatu fakta atau mungkin lebih dekat pada suatu analogi  yang saya yakin masih akan diperdebatkan banyak pihak, terutama bukan oleh kaum pria.

Fakta tulang rusuk yang  bengkok, yang sama sekali tidak bisa diluruskan, jika diluruskan akan patah. Penyadaran akan makna filosofisnya yang “dalam” bisa membuat kita untuk selalu menerima wanita apa adanya. Memaafkan setiap kesalahannya tanpa persyaratan sebatas yang bisa ditolerir. Dan mencintainya secara utuh.

Mencintainya secara utuh ialah mencintai tanpa syarat, komitmen untuk setia hanya padanya dalam setiap keadaan, setiap tempat  dan setiap cobaan. Kadang kita tidak tahu pada keadaan mana mereka membuat kita tidak stabil. Bisa jadi seketika ini juga cobaan itu datang. Jika memang benar, kembalilah untuk mengingat bahwa mereka memang diciptakan dari tulang yang bengkok. Lalu bergegaslah memaafkan..

Sepuluh tahun yang lalu, ketika cinta masih pada levelnya yang idealis, tepat tanggal dan hari ini, puisi ini terasa mewakili segenab perasaan padanya. Dan  saat ini dirasa masih layak untuk dikenang, paling tidak untuk perbaharui cinta agar hakikatnya selalu tetap konstan.

 

“Pabila cinta memberi isyarat padamu, ikutilah dia

Walau jalannya sukar dan curam,

Dan pabila sayaPnya memelukmu, menyerahlah padanya

Walau pedang tersembunyi diantara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu,

Dan kalau dia bicara padamu, percayalah padanya,

Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.

 

Karena sebagaimana cinta ada untuk pertumbuhanmu,

Demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.

Demikian pula dia akan menghujam keakarmu

dan Mengguncang-guncangnya didalam cengkramannya,

Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

 

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang,

Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu,

Dia menggosok-gosokan engkau sampai putih bersih,

Dia merembas engkau hingga kau menjadi liat,

Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya

Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudusnya.

 

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh sang cinta

Supaya bisa kau pahami rahasia hatimu

Dan didalam pemahaman dia menjadi sekeping hati kehidupan.

 

Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamain dan kenikmatan cinta ,

Maka lebih baik bagimu kalau kau tutupi ketelanjanganmu

dan menyingkir dari lantai penebah cinta,

Memasuki dunia tanpa musim tempat kau dapat tertawa

Tapi tak seluruh gelak tawamu,

Dan menangis, tapi ta habis air matamu.

 

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri,

Dan tidak mengambil apa-apa kecuali dirinya sendiri,

Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki,

Karena cinta telah cukup bagi cinta.

 

 

Dan jangan mengira kau dapat mengarahkan jalannya Cinta

Sebab cinta pabila dia menilaimu memang pantas,

Dia akan mengarahkan jalanmu.

 

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya

Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, Biarlah ini menjadi aneka keinginanmu.

 

Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

 

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.

Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tentang Cinta.

Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.

 

Terjaga dikala fajar dengan hati seringan awan

dan Mensyukuri hari baru penuh cahaya kasih.

 

Istirahatlah dikala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap.

 

Kembali ke rumah dikala senja dengan rasa syukur

Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih didalam hatimu,

Dan sebuah gita puji pada bibirmu.”

 

This entry was posted by admin on Tuesday, February 14th, 2012 at 4:30 am and is filed under Kisah . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

infopaytren.com
Categories